<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957</id><updated>2012-02-29T14:44:31.338+07:00</updated><category term='bukan pengamat'/><category term='ilmu komunikasi'/><category term='corat coret'/><category term='dibalik'/><title type='text'>cerita miring</title><subtitle type='html'>hanya ingin bercerita...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-7320429734823924721</id><published>2011-11-16T22:41:00.013+07:00</published><updated>2012-02-04T21:23:36.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>Pijat Rambut</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Disuatu sore yang pertengahan November ditahun dua ribu sebelas yang sudah melewati tanggal sebelas, saya terbang kesana kemari. Tapi, maaf merpati saya tidak bisa bareng sama kamu. Kesana kemarinya saya bersama motor matic. Jadi, saya terbangnya bersama itu matic motor. Motor hasil pinjeman. Itu saya gunakan setelah saya dapat izin. Dari dia. Dia yang teman saya satu kamar saat itu, satu daerah bukan saat itu saja, beda kampus sampai sekarang dari dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Karena disuatu sore yang pertengahan November ditahun dua ribu sebelas yang sudah melewati tanggal sebelas, mentari sore diselimuti awan hitam. Sehitam asap knalpot truk yang saya salip dari belakang. maaf pak supir truk saya mengagetkanmu dari belakang...!!! Bukan saya nggak sopan, tapi asap yang kau keluarkan. Karena diselimuti awan hitam, itu mendung artinya. Berarti, biasanya, jika Tuhan menghendaki bakalan hujan. Sepertinya "November Rain-nya" GnR memang untuk saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Oh dia yang cuma punya satu kesamaan daerah. Oh matic yang saya ajak terbang kesana kemari. Oh supir truk yang saya salip. Maaf kan saya. Dan terimakasih untuk GnR yang ngasih soundtrack walau belum hujan. Ini semua karena rambut saya. Rambut yang tipis ini. yang ada di bagian paling atas kepala. Kepala yang atas. Entah kenapa saya pengen selalu memotongnya.Memotong rambutnya. Bukan kepalanya. Ini soal, mungkin fashion. Juga kenyamanan. Bagi saya, 3 cm panjang rambut sudah sangat panjang. Saya sukanya 1 cm. Sedikit tafaul sama Karim Benzema.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Disuatu sore yang pertengahan November ditahun dua ribu sebelas yang sudah melewati tanggal sebelas, karena itulah saya mutar-muter. Mutar-muter untuk cari salon. Ke jalan Gejayan, saya cari. Ternyata, salon itu tidak saya ketemukan wahai Ihsan. Itu dia manusia yang sehari sebelumnya saya tanya; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"San, kamu dicukur dimana?yang nyukurnya gimana?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lalu saya muter lagi. Muter ke dekat balai kota. Owh... yang ini saya temukan, tapi mereka yang mencukur dengan paras yang cantik itu sedang penuh. Artinya sedang banyak pelanggan. Saya males nunggu. Muter lagi akhirnya saya. kemana? kesana wahai saudaraku kalau kamu mau tau. kesana melewati Jogja Expo Center. Lalu saya terbang dijalan layang. Lalu belok kiri setelah lampu merah Hugos Cafe. Lalu lurus. Lalu nikung dikit. Pusing kan?semoga tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Disitu, setelah nikung sedikit itu. Disitu yang depan lintas jalan Ring Road Utara itu saya berhenti. Berhenti saya, karena disitu ada salon. Dipinggir jalan tepat itu, salonnya sepertinya nggak ada pelanggan. Sepi. Sya hanya melihat pegawai salon sedang duduk. Duduk sambil memegang kartu remi. Ntah sedang apa. Tapi, nggak perlu dipikirkan. Saya masuk. Itu setelah saya buka helm, kunci stang matic dan turun dari motor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Baru saja kaki menginjak lantai kiosnya yang ditutup gray dan hanya terbuka seuukuran ade namnung, artinya kecil itu pintunya. Si wanita yang sendiri yang sedang pegang kartu remi itu memanggil teman-temannya;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"Hei..iki lho"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Itu dia memanggil temannya. Eia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;iki lho&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; itu bahasa Jawa, artinya: Ini lho. begitu kira-kira.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dan, jika kamu ingin tahu, tiga kata itu ternyata membangunkan empat orang sekaligus. Orang disini berjenis kelamin wanita semua. Wanita-wanita itu muncul dari kamar bagian belakang salon. Ruangan yang gelap. Dan pastinya, jika kamu diluar sana, dijalan maksudnya. Kamu pasti tidak akan bisa melihatnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dan keluarlah mereka semua. Ada yang merah mereka pake bajunya. Ada yang putih. Dan ada yang hitam. Celananya, Dua pendek kira-kira 20 cm diatas lutut. Dan ada yang panjang. Tapi, semuanya, semuanya wanita itu maksudnya celana dan bajunya ketat. Tubuhnya jelas sekali karena ketat itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ya, mereka keluar. Keluar seperti ada kebakaran didalam. Padahal sebelumnya mereka sedang nyantai hebat sampai berguling-guling. Dan sampailah, sampailah mereka diruangan tempat saya berdiri. Berdiri didekat wanita yang tadi saya lihat sendiri dari jalan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Lalu saya berkata. Tapi berkata dalam hati saya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"Apakah orang lima ini yang akan beramai-ramai mencukur saya?"&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tentu mereka tidak akan menjawab. Karena itu mereka takkan pernah dengar. Tapi mereka berkata;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"Ayo mas pijat dulu aja"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Itu bukan jawaban dari pertanyaan saya dalam hati tadi. Tapi, itu tawaran. Tawaran dari wanita yang sedang pegang kartu tadi, yang agak gemuk. Sepertinya dia pimpinannya. Maaf mba saya nebak-nebak ....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saya tersenyum. Belum sempat saya berkata-kata. Dia sudah ngomong lagi. Wanita berempat yang keluar dari kamar belakang semua terfokus sama saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"cuma 50 ribu aja mas...!!"&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saya tersenyum, sambil diam kebingungan. Mereaka semakin gencar menawarkan. Menawarkan pijatnya. Tapi wanita yang tadi tetap yang menawarkannya sebagai koordinator.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Ayo mas...ke dalam dulu aja (maksudnya kamar belakang tadi itu) potongnya nanti"&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;OOOhh...mungkin wanita-wanita itu keluar akibat panggilan si wanita tadi itu supaya saya bisa memilih. Mana wanita yang saya pilih untuk memijatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"50 ribu itu...sama....'itu'-nya mba?Itu saya yang berkata. Memaksakan tepatnya. Tapi, 'itu'-nya tidak perlu saya artikan. Biar kalian yang berfikir. Selamat berfikir 'itu'-nya hehhe...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"O&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;OOhh.. yo ora,,,&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;(&lt;/i&gt;itu bahasa jawa, artinya ooh ya nggak).&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;'Itu'nya nanti di dalam&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; (maksudnya didalam ngomongin harga 'itu-'nya sambil dipijat)".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"ooowhh...kirain mba heheh"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Tapi, sekarang saya lagi nggak bawa uang banyak mba, besok-besok aja yah" Itu dua-duanya saya yang ngomong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"ehhhhh...yo wis. Ren iki potongi..!!&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Itu dia yang ngomong, pake bahasa jawa artinya; ehhh ya sudah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;"Ren, ini potongkan..!"&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Uwwh dia ngomong begitu dengan mimik yang sedikit penuh penyesalan. Si Ren dipanggil. Dia wanita yang di dalam kamar tadi yang bagian dari berempat. pake warna merah t-shirtnya. pake jeans biru warna celana pendeknya yang 20 cm diatas lutut. Tapi, nggak tau, apa kepanjangannya? Reni? Rendi?Reno? atau apa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Akhirnya, saya duduk. Duduk di tempat utnuk dipotong rambut. Dikasih selimut biar potongan rambutnya nggak kena baju. Dikasih jepitan juga. wanita yang pegang kartu tadi tetap duduk ditempatnya. Sekarang dia dibelakang saya. saya tahu karena dia ada dalam cermin. Yang bertiga, yang dalam kamar tadi duduk dipinggir saya. Sungguh ini suasana yang bikin saya grogi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mulailah rambut saya seedikit demi sedikit dipotongi. Dipotong oleh gunting awalnya. Tapi, saya pengennya plontos. Maka, dia, dia wanita pecukur itu menggantinya. mengganti dengan mesin cukur. Sepertinya dia kaku. Belum terlalu lihai. Tapi, biarlah. Sudah nanggung duduk ditempat cukurnya. Saya arahkan sesuai keinginan style rambut saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ditengah-tengah, disaat saya masih dicukur. Disaat saya grogi juga karena empat wanita lainnya duduk disekeliling saya. Dan pastinya melihat saya. Tiba-tiba wanita yang pegang kartu tadi memanggil seseorang. Seseorang yang ada dijalan. Seseorang yang pake motor. Dan seseorang lainnya lagi yang diboncengnya pake motornya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"Hei...!! rene se' noh...!!!"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Itu bahasa jawa, artinya: hei..sini dulu dong..!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saya tidak tahu apa jawaban yang diberikan seseorang dijalan itu. Sepertinya, dia sedikit menolak karena melihat ada orang di dalam. Ada saya maksudnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tapi, wanita ini, wanita yang pegang kartu tadi sedikit memaksa untuk masuk dan meyakinkan; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;"ora opo-opo, iki mung motong tok"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;  wanita dan seseorang tadi pasti orang jawa. Itu lihat kamu bahasanya, artinya: "nggak apa-apa, ini cuma motong doang ko". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"Ayo mas..!!"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Itu ajakan si wanita untuk seseorang yang dibonceng. Sepertinya, wanita itu kenalnya sama yang bawa motornya saja. yang diboncengnya nggak. Itu ajakan si wanita itu setelah yang bawa motor masuk dan dia duduk disampingnya. Itu artinya dibelakang saya. Itu terlihat dicermin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"Ayo..!!"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Itu suara si lelaki yang bawa motor. Ngajak temennya masuk. Lalu si wanita tadi mengajaknya juga seperti yang diatas. kahirnya masuk juga. Masuk dalam dia. Dia seseorang yang dibonceng. Tapi tidak langsung dudukm karena kursi sudah penuh. Penuh oleh temennya yang bonceng. Oleh wanita yang dari tadi duduk disana yang pegang kartu yang sekarang sudah berdampingan dengannya yang bawa motor. kursi lainnya di duduki wanita yang tadi pas saya kesana pada di kamar. Dia seperti kebingungan. Kebingungan dibelakang saya sambil pura-pura pegang HP. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Melihat tingkahnya lelaki yang memboncengnya coba menenangkan: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"sanatai wae.."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Si wanita pemegang kartu juga begitu: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"iya santai mas...ya ini"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Ini itu dia sambil menunjukkan wanita-wanita yang siap memijatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Lelaki itu sepertinya tetap mencoba cool. Dia sesekali terlihat tersenyum. Masih sambil berdiri itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"Ayo mas ke dalam dulu aja..!!"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Tawar si wanita yang megang kartu itu. Sepertinya dia memang jadi moderator petang itu. Lalu dia memanggil Pipit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"Pit ini masnya..!!!"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Sepertinya wanita yang bernama Pipit sudah didalam. Dan dari dalam dia bersuara:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;"Oia mari mas..."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Akhirnya, lelaki itu-pun masuk kedalam. Kedalam kamar yang ada dibelakang tadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Wanita yang men-cukur saya mulai membersihkan bahu dengan sikat. Itu artinya sudah selesai saya dicukur. Lalu saya pun pergi. Pergi setelah ngasih 10 ribu ke dia dan melintas melewati wanita moderator yang dipinggirnya ada laki-laki. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dan saya berkaca-kaca. Di depan kaca cermin. Itu sudah dikontrakan. Ohhh... kaget sedikit saya. Cukurannya bergelombang. Nggak rata. Itu artinya ada yang masih panjang dan ada yang sudah pendek. Terpaksa saya potong kembali yang panjangnya. untuk saya samakan dengan yang sudah pendek. Biar sama, biar rata. Dipotong sendiri. Bukan di salon itu lagi. Dan kali ini pake gunting saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-7320429734823924721?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/7320429734823924721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=7320429734823924721&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7320429734823924721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7320429734823924721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2011/11/pijat-rambut.html' title='Pijat Rambut'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-158376191331758367</id><published>2011-11-05T21:12:00.010+07:00</published><updated>2012-02-04T21:40:18.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>"sarjana" Harus Diakhirkan</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mendapat predikat sarjana menjadi kebanggaan tersendiri bagi kebnyakan orang. Semakin tinggi level sarjananya maka akan semakin tinggi pula status sosialnya. Ini adalah konstruk. Apalagi jika konteksnya berada dalam lingkungan kampung dengan masyarakatnya yang masih terbilang langka berpendidikan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mereka yang menyandang gelar sarjana akan memiliki tambahan nama yang mengiringinya.Dulu, untuk strata 1, gelar kesarjanaan disisipkan didepan nama seseorang; Drs atau Ir lalu nama. Sekarang, gelar itu berpindah kebelakang nama sesuai dengan spesifikasi kesarjanaan yang diperoleh. Ada S.Pd untuk sarjana pendidikan, S.Sos untuk sarjana politik dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ini memang bukan sebatas gelar semata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam sebagian konteks, gelar ini cukup berpengaruh dan bisa menjadi senjata ampuh. Megawati Soekarno putri pernah dipersoalkan ketika mencalonkan diri menjadi presiden. Hal ini dikarenakan gelar kesarjanaan Megawati dipertanyakan oleh sebagian kalangan. Sedangkan, syarat menjadi presiden RI minimal harus S1.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebagian besar perusahaan-pun demikian, mereka mensyaratkan gelar sarjana bahkan dengan spesifikasi tertentu untuk menjadi pegawai ditempatnya. Kondisi ini pula yang dimanfaatkan oleh mereka-meraka yang tidak bertanggungjawab; jual beli gelar.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Konstruksi sosial yang dipancarkan oleh gelar kesarjanaan tidak selamanya bernilai tinggi bagi si pemiliknya. sebaliknya, gelar ini bisa menjadi beban dan bumerang. Apalagi jika gelar itu tidak dibarengi dengan pengetahuan serta skill dalam diri sang pemilik. Tak heran ketika sebagian masyarakat mencemooh sarjana dengan pekerjaan rendah apalagi sampai tidak memiliki pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sering kali terlontar kalimat: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"sarjana-sarjana ko jualan es"&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalimat itu mungkin akan terasa pahit dan membuat down yang bergelar sarjana. Dan tidak mustahil jika pekerjaan yang sebenarnya halal tersebut ditinggalkan begitu saja karna malu dengan pernyataan tadi. Padahal, dengan gelar sarjana seharusnya tidak perlu malu, down bahkan meninggalkan pekerjaan yang sedang digeluti. Tetap optimis dan berjiwa besar. Kemudian rubahlah kalimat itu; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Walaupun penjual es, saya juga sarjana lho.."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;Aris Risnandar; penulis bukan pengamat bahasa di Akademi ah uh oh..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-158376191331758367?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/158376191331758367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=158376191331758367&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/158376191331758367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/158376191331758367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2011/11/sarjana-harus-diakhirkan.html' title='&quot;sarjana&quot; Harus Diakhirkan'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-8288136884703423736</id><published>2011-11-03T20:32:00.006+07:00</published><updated>2012-02-04T21:26:49.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>"Berko(e)rban"</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Disana ada perayaan. Sama dengan Idul Fitri, Idul Adha adalah hari yang besar, hari yang agung bagi kaum muslim diseluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Namun, keduanya punya perbedaan.Dari sisi Frekuensi atau substansi. Idul Fitri punya frekuensi yang lebih tinggi. Di Indonesia, dengan warga muslim yang mayoritas misalnya, Idul Fitri menjadi magnet yang menggerakkan jutaan warga muslim. Mereka berjubelan di terminal, berdesak-desakan di stasion dan memenuhi bandara. Mobil dan motornya merayap hingga kiloan meter lengkap dengan tumpukan barang. Itu tak peduli. Bagi mereka yang penting bisa berkumpul dihari raya dengan sanak saudara dan handai tolan. Tentu ini berdampak besar untuk berbagai sendi. Ekonomi, budaya massa sampai pada soal birokrasi seperti infrastruktur jalan buat pemudik. Hal yang dikejar dari pergerakan massa; kota besar ke kampung halaman. inilah substansinya; bersilaturahmi dan bermaafan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Idul Adha punya ciri yang berbeda. Frekuensinya memang lebih rendah jika dibandingkan dengan Idul Fitri. Substansinya juga lain. Bukan soal penyembelihan hewan kurban semata. Ada dimensi lain disitu; keshalehan sosial.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Adha dalam bahasa Arab memiliki arti; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"menyembelih"&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dalam bahasa Indonesia. Namun bukan sekedar menyembelih. Ada makna vertikal yang dalam jika melihat dari sudut pandang sejarah. Dulu, Nabi Ibrahim bukan berarti ayah yang kejam bahkan tidak manusiawi ketika hendak menyembelih anaknya, Ismail. Namun ini murni soal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"mahabbah"&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Soal kecintaan. Atas perintah yang Maha Kuasa. Ya, mesti yang ia korbankan adalah darah dagingnya yang sangat ia cintai. Namun, pengorbananya berakhir dengan pergantian Ismail oleh hewan ternak yang kala itu merupakan harta yang paling dicintai dikalangan masyarkat Arab. Maka, Idul Adha punya simbol vertikal tersendiri; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"menyembelih rasa cinta pada dunia"&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Tak salah memang jika hari raya ini disebut kurban dalam bahasa kita yang bisa sepadan dengan "pengorbanan" yang punya kata dasar "korban".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di garis horisontal, ada dimensi sosial yang penuh makna. Si kaya yang tergolong mampu secara materi wajib mengorbankan sebagian hartanya yang kemudian diwujudkan dalam bentuk hewan yang dikurbankan. Pengorbanan si kaya ini diharapkan mampu memupuk kesadaran sosial atas keberadaan orang-orang yang kurang mampu disekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Daging; kerbau, kambing atau sapi mungkin biasa bagi si kaya. Tapi menjadi barang yang langka bagi si miskin. bisa mingguan, bisa bulanan atau bahkan mungkin tahunan untuk menyantapnya. Alih-alih sebagai untuk menumbuhkan kesadaran sosial, momen ini seringkali ternodai oleh kesemerawutan dalam hal pengelolaan, pendistribusian atau bahkan sampai pada praktek jual beli daging kurban. ini PR klasik yang butuh penyelesaian matang. Tentu agar Idul Adha bisa membekas sebagai sarana pengorbanan vertikal serta pengorbanan untuk memupuk kesalehan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;Aris Risnandar; Pengamat Palsu dari Akademi ah uh oh..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-8288136884703423736?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/8288136884703423736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=8288136884703423736&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/8288136884703423736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/8288136884703423736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2011/11/berkoerban.html' title='&quot;Berko(e)rban&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-5047355437418541035</id><published>2011-11-02T06:15:00.005+07:00</published><updated>2012-02-06T08:58:28.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>"Sebuah Khayalan, Mahasiswa di Ujung Tanduk"</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;"Lalu kapan saya akan diwisuda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;Adik kelas telah lebih dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Rasa Cemas Merasa Terus Begini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Teman baik sudah di DO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Tolonglah diriku.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Koboy kampus yang banyak kasus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Hatiku cemas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Gelisah sepanjang hari-hariku"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sepenggal bait dari Pidi Baiq. Cukup, dan sangat mengena sekali buat saya akhir-akhir ini. Untung, saya tidak sendirian. Ada sebagian kecil teman-teman yang bernasib sama dalam hal ini. Sedang sebagian besar tak tahu entah kemana, karena mereka sudah melakukan posisi "sakral" pemindahan toga. oh...mahasiswa oh...sarjana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tegang, cemas, khawatir. Sedikit saya berbagi curhat tentang perasaan. Dan rasanya, Entah kenapa saya yakin itu pula perasaan sebagian kecil teman-teman tadi yang bernasib sma. Betulkan teman-teman? (piss ah...)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Betapa tak begitu, usia saya dikampus sudah masuk semester 13. Artinya, sebagai mahasiswa dari kampus yang berlabel negeri, usia saya dikampus tinggal satu semester lagi. ini vonis kampus katanya bung...Lalu kalo tidak?ya mohon maaf, kata kampus lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;jika berangkat ngampus, 3 perasaan diatas bisa bertambah lho...; ada sedih dan malu disana. Sedih, karena teman seangkatan sudah tak ada. Tak ada lagi teman yang nyapa dari jauh dan menawarkan roko. Malu apalagi dosen yang suka usil; "mas, mahasiswa veteran yah?" begitu komentarnya ketika ngabsen. Dia tahun NIM saya 4 tahun lebih tua dengan mahasiswa lain yang ada di ruangan. Sebenarnya tak masalah. yang jadi masalah adalah mahasiswi berkerudung merah yang duduk di barisan pertama. Kritis, energik dan manis. &lt;i&gt;"Wahai kau...duduklah sesekali dibarisan belakang!!! agar aku bisa melirikmu dari samping"&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tapi ada rasa lain di balik galau yang menyelimuti. Ini seperti film horor; menegangkan. Tapi alurnya bisa jadi sebuah drama melankolis yang penuh haru biru. Meski begitu, keseluruhan alur tergantung dengan jalan yang akan kita pilih. kita-lah sutradaranya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dan gambaran alur-pun berseliweran. Temanku, sesama mahasiswa yang sedang galau melontarkan rencana yang akan dilakukan saat wisuda nanti; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"apa yang akan kau lakukan?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"aku gak muluk-muluk, seperti biasa mahasiswa diwisuda. Tapi aku akan mengenakan selendang sebagai pertanda bahwa aku adalah mahasiswa coumloude"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;"Hei kawan jangan bermimpi disiang bolong, walau IP mu 4, tetep kita gak bisa coumloude karena semester kita terlampau tua. coumloude kan maksimal semster 8 bos.."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"Tak masalah, aku akan buat sendiri selendang itu. jika mereka yang bener-bener coumloude selendangnya bertuliskan coumloude dan dibawah kata itu tertulis pula periodenya. Nah selendangku, aku akan kasih tulisan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'download'&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; dan dibawah kata itu akan aku tulis &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'periode copy paste' &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. Ya, karena kita takkan bisa mengelak bahwa sebagian tugas yang pernah kita kerjakan sampai skripsi tak lepas dari peran download atau copy paste hahhahaha..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"hahhahaahha..."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"Lalu rencanamu gimana?"&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Aku berbalik bertanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;"Sederhana juga, pertama-tama aku akan melobi panitia wisuda untuk memberikan sedikit waktu agar aku bisa berbicara didepan wisudawan dan para orang tua yang mereka bawa."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"memang apa yang mau kau sampaikan?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;"paling begini:buat teman-teman, selamat anda sudah diwisuda. Tapi ini bukan akhir ini adalah awal. bisa awal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;meniti karir&lt;/span&gt;. bisa awal menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pengangguran&lt;/span&gt;. Tapi tenang semuanya bisa diatasi"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"wwwwuuuuuhhhh....."&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; Riuh wisudawan/wisudawati yang mendengarkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;"Lho kenapa teman-teman?saya tidak bermaksud ngece anda sekalian. saya bermaksud menawarkan sebagai solusi untuk dua pilihan tadi. karena ditahun ini alhamdulillah saya berhak 75% dan sah sebagai pemegang saham Freeport. Maksud saya, saya menawarkan teman-teman kalau ada yang mau bekerja sama di tempat saya ini."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"oia mau banget tuh mas, prosedurnya prosedurnya seperti apa?tempat pendaptaannya dimana mas? syarat-syaratnya apa aja mas?"&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; terdengar riuh pertanyaan yang dilontarkan ratusan wisudawan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;"ok..ok harap tenang teman-teman...!! hubungi saja no. saya"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"hahahahha..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"hahahaha...."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"itu saja rencanamu?"&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;tanyaku lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;"ooohh..tidak bos. satu lagi."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"Apa?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;"besok pas acara wisuda itu, akan aku undang wartawan dari berbagai media. di depan meraka aku akan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sobek-sobek ijazah&lt;/span&gt; sarjanaku"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"beneran kau?"&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; aku penasaran dengan rencananya ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;"asli bos akan kusobek-sobek betul didepan puluhan sorot kamera"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"wah bener-benar gila kau" aku terheran-heran mendengar rencananya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;"ya tapi itu potocopy-an nya bos, aslinya aku simpanlah hahahahhaha...."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;"hahahhahaha...asem kau...."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;"hahhahaha..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-5047355437418541035?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/5047355437418541035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=5047355437418541035&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/5047355437418541035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/5047355437418541035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2011/11/sebuah-khayalan-mahasiswa-di-ujung.html' title='&quot;Sebuah Khayalan, Mahasiswa di Ujung Tanduk&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-8688985741459217464</id><published>2011-10-29T11:11:00.004+07:00</published><updated>2012-02-06T09:01:35.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>SUMPAH, SAYA PEMUDA</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 15px; font-style: italic;"&gt;"Seandainya saya masih muda, pasti saya akan ikut turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi"&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;. Begitulah kira-kira penggalan kalimat yang saya penggal dari koran harian di pagi yang cukup panas. Pernyataan tersebut berasal dari salah seorang tokoh yang pernah mencalonkan diri menjadi presiden.Dialah satu-satunya calon presiden dari dengan background akademisi (guru besar). Walaupun begitu, dengan segudang pengetahuan dan gagasan-gagasannya, di tetap belum bisa menduduki kursi pertama diistana negara. Entah kenapa..? Mungkin beliau kena anekdot atau mitos "penamaan". katanya, orang yang kuat menjadi presiden di Indonesia biasanya memiliki nama dengan akhiran "o". Nah, jika beliau memakai akhiran "o" maka beliau tentu tak akan pernah bisa, karna namanya pun akan berubah menjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 15px; font-style: italic;"&gt;"Raiso"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt; (boso jowo: tidak bisa). Kali inipun, Pak Amin "Raiso" turun ke jalan untuk berdemo dengan alasan sudah tua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Alangkah berharganya usia muda dan betapa pentingnya memiliki jiwa muda. Usia pasti akan berganti menuju fase berikutnya. Namun, penjiwaan takkan pernah habis dimakan fase usia.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;28 Oktober, Indonesia punya sejarah sendiri tentang pemuda. Di tanggal ini sumpah pernah diikrarkan. Janji pernah diikatkan. Suku yang tersebar diseantero nusantara, bahasa yang bersuara dari sudut-sudut daerah mengalir pada satu titik muara; tanah air Indonesia. Chauvinisme diganti nasionalisme. Tak ada lagi jawa, tak ada lagi Sunda, tak ada lagi Sumatra, tak ada lagi Kalimantan, tak ada lagi Ambon dan tak ada lagi Papua. Semua sama; pemuda Indonesia. Ya, mereka punya semangat, daya juang dan cita-cita besar buat bangsa demi terciptanya tanah air yang merdeka dari segala bentuk penindasan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Sekarang, tak ada lagi martil Jepang yang meluluh-lantahkan rumah warga. Belanda tak nampak lagi dengan senapan dan seragam tentaranya. Lalu, apakah ini artinya pemuda harus berhenti? Tidak, sama sekali tidak. Hari ini martil itu sudah menjadi teknologi. Senapan sudah berganti menjadi fashion. Ini akan menjadi senjata mematikan, menindas dan meluluh-lantahkan. Namun ini hanya "bom" luar yang ditujukan dengan sasaran pemuda  bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Sekali lagi itu hanya bom luar. Musuh yang akan melemparkan "bom" untuk pemuda adalah pemuda bangsa itu sendiri. Semangatnya, nasionalisme-nya serta daya juangnya sebagai pilar bangsa. Egoisme, pragmatisme dan anarkisme adalah musuh dalam selimut yang harus disingkirkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-8688985741459217464?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/8688985741459217464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=8688985741459217464&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/8688985741459217464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/8688985741459217464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2011/10/sumpah-saya-pemuda.html' title='SUMPAH, SAYA PEMUDA'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-1820636078162179542</id><published>2011-10-22T14:55:00.008+07:00</published><updated>2012-02-06T09:01:56.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>Jika Aku (Tak) Menjadi...</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;"Daerah-daerah sana mang gitu yah mas bro?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;tiba-tiba temenku mengajukan pertanyaan itu,ketika kami sedang menonton sebuah acara di trans tv dengan judul program:"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 15px; font-weight: bold;"&gt;JIKA AKU MENJADI&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;...".aku tak begitu tau tiap hari apa saja program ini muncul dilayar kaca. yang aku tau program ini biasanya berkeliaran diwaktu maghrib. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ada dua tokoh (objek) yang selalu ada dalam setiap efisode program ini. Objek utama adalah masyarakat biasa yang notabene adalah masayarakat miskin dengan penghasilan pas-pasan bahkan yang sering ditampilkan adalah yang tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Objek ini lebih didominasi oleh orang-orang yang sudah punya keluarga, terutama kaum laki-laki yang dianggap sebagai kepala keluarga. Selain itu ada kaum istri yang membantu menambah penghasilan suaminya atau memang suaminya sudah tidak ada atau tidak bisa bekerja. Bahkan adapula anak-anak yang tidak mampu meneruskan sekolah karena kondisi ekonomi keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Objek kedua adalah mahasiswa atau karyawan yang kehidupannya kontras dengan kehidupan objek pertama. Mereka terpelajar dan mampu secara ekonomi. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Alur ceritanya sama dalam setiap efisode walaupun dengan objek (tokoh) yang berbeda, yakni menampilkan kehidupan objek pertama terutama soal pekerjaan yang meraka geluti untuk membiayai keluarganya yang seringkali pas-pasan dan bahkan tidak cukup itu. disni, objek kedua sebagai orang yang memiliki kehidupan lebih tinggi dari objek pertama "dipaksa" berbaur, mengikuti dan mencoba merasakan bagaimana perihnya kehidupan yang harus dijalani oleh si objek pertama. Makanya, seringkali si objek pertama ini bersedih dan menangis ketika ikut menjalani kehidupan si objek pertama, misalnya ikut memikul barang yang cukup berat dengan jarak tempuh yang cukup jauh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Tentunya, program itu-pun sepertinya mengajak pemirsa untuk menjadi objek kedua yang bisa merasakan kehidupan objek pertama yang ada di program itu.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Pertanyaan temanku pasti tertuju pada objek kedua. Katanya, dia melihat dua efisode sebelumnya pun berasal dari daerah-daerah yang ada di barat pulau jawa. Kesimpulannya adalah program ini sudah memberikan persepsi bahkan hampir masuk dalam katagori peng-claim-an "miskin" terhadap daerah ini. Sebuah persepsi yang wajar jika anggapan teman tadi berdasarkan opini yang terbentuk setelah menonton tayangan itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Akan tetapi, jika melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) akhir tahun lalu, daerah (provinsi) yang di "anggap" miskin oleh teman tadi tidak termasuk dari 10 daerah termiskin di Indonesia. Entah mana yang bisa di percaya, BPS-kah atau tayangan itu? yang jelas dari data itu, peringkat paling atas dengan katagori provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi diduduki oleh Papua Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt;Bagaimanapun juga, tayangan tersebut telah membentuk sebuah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 15px; font-style: italic;"&gt;public opinion&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px;"&gt; tentang sebuah kemiskinan, dan jika tiap efisodenya didominasi oleh daerah tertentu, maka daerah tersebut akan menjadi persepsi kemiskinan yang ada dibenak penonton setianya. Alangkah sangat membantunya (sebagai program kritis) jika acara tersebut menampilkan tokoh (objek utama) dalam programnya yang memang berasal dari daerah yang dikatagorikan miskin sesuai dengan pendataan yang memang kredibel. Sehingga, program ini diharapkan menjadi penggerak suara kritikan/masukan kepeda pengelola negara tentang kondisi kemiskinan yang ada didaerah tersebut. Atau memang program ini hendak mengangkat fakta kemiskinan yang berada didaerah tertentu yang memang tidak terdata oleh pemerintah? entahlah...yang jelas kalau seperti itu mereka harus mendapatkan data dari hasil observasinya sendiri tentang kondisi suatu daerah. Selain itu tentunya tidak ada tayangan dalam program tersebut yang didramatisir atau manipulasi tayangan belaka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-1820636078162179542?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/1820636078162179542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=1820636078162179542&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1820636078162179542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1820636078162179542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2011/10/jika-aku-tak-menjadi.html' title='Jika Aku (Tak) Menjadi...'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-1470488772584687853</id><published>2011-10-22T09:34:00.001+07:00</published><updated>2012-02-06T09:03:46.630+07:00</updated><title type='text'>"Petuah dikit"</title><content type='html'>&lt;div style="font-size: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kenapa pocong itu putih? seandainya dia hitam pasti kalo malem gk akan pernah kelihatan. Bagaimanapun juga, seangker apapun dia, semua punya titik lemah.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, sebenarnya tak perlu ada yang harus ditakuti. Kalaupun ada takutlah jika kau ditinggal sendiri. Tanpa kawan dan teman. Sunyi sepi._surayah_&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-1470488772584687853?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/1470488772584687853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=1470488772584687853&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1470488772584687853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1470488772584687853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2011/10/kenapa-pocong-itu-putihseandainya-dia_9529.html' title='&quot;Petuah dikit&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-2022401214388392549</id><published>2011-01-08T22:06:00.006+07:00</published><updated>2012-02-06T09:04:01.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>SAMPAH DAN ANJING</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;SAMPAH….sesuatu yang keberadaannya akan berdampak pada sekurang-kurangnya 3 panca indra. Pertama indra pencium yang pastinya adalah hidung. Keberadaan sampah apalagi kondisi sampah organik  yang sudah membusuk  akan menimbulkan aroma-aroma yang tidak sedap yang masuk kedalam hidung si penciumnya. Radiusnya mungkin bisa beberapa dari langkah kita yang belum tau pasti keberadaannya. Akhirnya, si pencium sampah itu pun akan mengangkat salah satu tangannya dan menggerakan kedua jemarinya untuk menjepit kedua lubang hidungnya. Sejenak nafasnya pun akan terhenti. Kondisi ini pastinya akan menghambat kelancaran seseorang terhadap karunia Tuhan yang diberikan secara cuma-cuma dan mungkin bisa mengganggu kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kedua, adanya sampah disekitar kita dan nampak oleh mata kita sedikit banyaknya akan mempengauhi indra penglihatan, apalagi kalau debu sampah yang memang dikatagorikan kotor itu sampai masuk ke mata kita pastinya akan mengganggu kesehatan mata tersebut. Orang yang melihatnya akan merasa kurang nyaman melihat keberadaan sampah yang sangat berantakan. Dampak dari penglihatan ini akan berdampak pada dampak ketiga yakni indra perasa. Lidah sebagai indra yang bisa merasakan lezatnya berbagai makanan akan sedikit tersendat melihat tumpukan sampah apalagi baunya yang sudah kemana-mana. Akhirnya suplai makananpun tertunda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Itulah yang saya takutkan akhir-akhir ini. Tumpukan sampah ditempat saya tinggal sudah sangat membumbung. Ada sampah organik seperti bekas makan saya sehari-hari dari berbagai warung makan, ada juga sampah non organik seperti plastic kertas dan beberapa botol bir. Semuanya terkumpul di dua karung besar dan sebagian berserakan di lantai karena kapasitas karung yang sudah tidak bisa memuatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, sebelum sampah-sampah itu terkumpul sebegitu banyaknya, saya selalu sempatkan untuk membakarnya. Ya walaupun aksi bebakaran itu saya lakukan di satu ruangan kios tempat saya bekerja yang tanpa atap atau dipinggir luar kios yang tepat berada di jalan lingkar utara maguwoharjo jogja. Kadang saya juga membuangnya kesalah satu lahan kosong tepat di pinggiran jalan disamping shulter bus trans jogja di arah masuk kampus instiper. Sebenarnya saya dalam hati merasa bersalah, merasa berdosa atau dzalim dalam istilah agama karena tempat itu saya yakini 90% bukan tempat sampah.  Itu memang lahan kosong yang hanya diisi oleh rerumputan liar dan beberapa pohon pisang. Dan belum tentu si pemilik lahan itu mengizinkan orang-orang untuk membuang sampah dilahannya. Maka dari itu seringakali saya membuangnya diwaktu-waktu kondisi sepi agar tidak terlihat oleh orang seperti diwaktu subuh. Sudah barang tentu ntah itu saya bakar sampah tersbut dipinggir kios atau saya buang di lahan itu maka dampak yang ditimbulkan adalah mengganggu jalanan disekitar itu.  Dan tidak mustahil ketika salah satu sampah plastic misalnya terbang melayang lalu jatuh dan nempel ke muka pengendara kendaraan yang lewat, sebuah tragedi kecelakaan akan terjadi disana. Akhirnya, tragedi tersebut kemudian di abadikan di media massa dengan judul berita kira-kira: “kecelakaan maut akibat kantong kresek”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu semua, pikiran saya terngiang-ngiang terus; “kemanakan gerangan sampah-sampah ini harus saya buang? Sedang didaerah sini, saya belum menemukan tempat sampah umum yang diperuntukan untuk warga sekitar pinggiran dekat kios saya bekerja yang kemudian berapa hari sekali gitu ditarik oleh petugas sampah seperti didaerah saya tinggal dulu disekitar Timoho”.&lt;br /&gt;Cukup berpikir lama dan kadang menggangu tidur saya karena sampah yang dua karung lebih itu berjarak 30 meteran dari tempat tidur saya. Akhirnya saya teringat dengan kampus UPN veteran yang bejarak ± 1 kilometeran dari tempat tumpukan saya. Seingat saya, didepan sekitar kampus UPN yang juga masih dipinggir jalan lingkar utara ini ada sebuah tempat sampah yang posisinya berada diluar kampus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian (niatnya sih keesokan harinya setelah mendapatkan ilham di UPN itu, tapi saya bangun tidurnya kesiangan terus) setelah saya bisa bangun di pagi subuh dengan bantuan 3 titik jam di alarm HP saya, saya berangkat menuju UPN. Tapi saya tidak bisa membawa semua sampah yang 2 karung lebih itu, mengingat saya harus jalan kaki karena tak punya kendaraan. Saya hanya bisa membawa sebagian sampah itu kedalam sebuah kantong kresek besar berwarna hitam. Isinya adalah sampah berupa bekas beberapa ikan yang sudah membusuk akibat tidak saya makan, 3 botol bird an sampah lainnya yang sekiranya sangat menggangu ke 3 indra saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Udara masih sejuk, alur kendaraan masih sepi, berjalanlah saya kearah kiri menelusuri jalanan jalan lingkar utara dengan kaos putih dan kolor biru dengan tangan kanan membawa kantong kresek. Sesekali saya pindahkan kantong kreseknya ketangan sebelah kiri saking pegal dan lumayan beratnya. Setelah berjalan ± 1 km dengan melewati 3 salon, 1 hotel, kantor Dirjen Pajak DIY, beberapa bengkel, rental mobil, 1 jembatan dan 1 lampu merah, akhirnya saya sampai juga di UPN sekitar jam 5:20 pagi waktu setempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di depan kampus UPN, saya kagetnya bukan kepalang. Tempat sampah di depan kampus yang ada dipikiran saya ternyata tidak ada. Apakah benar-benar tidak ada? Atau ditiadakan dari keberadaan sebelumnya? Ntah-lah, yang jelas saya tidak mau membawa sampah yang sedang saya jinjing ke tempat saya tinggal lagi. Atau membuangnya sembarangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Mata saya terus menerawang kearah sekitar, dan ternyata saya menemukannya. Tapi tempat sampah yang saya temukan sekarang tetap meleset dari pikiran saya. Letaknya berada didalam kampus dan tepat bersandar di pagar yang membatasi wilayah area kampus. Artinya, jika sampah yang saya bawa ingin ditempatkan ditempat itu, saya harus masuk kedalam kampus atau melemparkannya dari luar seperti pemain basket yang hendak memasukkan bolanya kekeranjang, mengingat gerbang kampus terlihat masih ditutup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah dipikir-pikir akhirnya saya memilih poin A. ya, saya memilih masuk kedalam kampus setelah nampah seorang satpam yang baru keluar dari posnya.&lt;br /&gt;Berjalanlah saya menuju satpam yang masih belum berseragam lengkap itu.&lt;br /&gt;“Permisi…selamat pagi pak…!”&lt;br /&gt;“ya selamat pagi” melihat tatapannya, satpam ini nampak keheranan dan penuh kecurigaan melihat saya. Mungkin ketika saya sedang kebingungan mencari keberadaan tempat sampat itu dia melihat saya.&lt;br /&gt;“begini pak, saya mo izin numpang buang sampah” sambil saya tunjukkan kantong kresek besar berwarna hitam yang ada ditangan saya.&lt;br /&gt;“buang sampah?” kecurigaannya nampak semakin bertambah.&lt;br /&gt;Sebelum kecurigaannya berdampak pada larangan izin buang sampah disana, saya lepaskan jinjingan kresek saya lalu saya jelaskan isi yang ada dalam kresek itu.&lt;br /&gt;“ini sampah biasa ko pak!!” tangan saya mulai mengeluarkan satu persatu barang apa yang saya bawa di resek hitam itu.&lt;br /&gt;“ini pak ada botol bekas, kertas ma bekas bungkusan makanan”. Saya keluarkan barang-barang yang saya sebutkan layaknya salesman yang menawarkan produknya yang dikeluarkan dari tasnya.&lt;br /&gt;“dan ini yang paling bawah ada kepala pa” redaksi saya agak terhenti di kata kepala. disitu saya liat mata si satpam tertuju tajam  kedalam kresek yang sebagian barangnya sudah saya keluarkan.&lt;br /&gt;Sebelum si satpam itu berkomentar dan bisa saja dia berprasangka kepala disana adalah kepala orang, saya menjelaskan seperti layaknya salesman yang seperti tau unek-unek atau pikiran orang yang ditawarinya.&lt;br /&gt;“ini kepala yang sudah membusuk pa! kepala ikan” beberapa ikan yang sudah membusuk itu terpaksa saya keluarkan.&lt;br /&gt;“ooo ya…ya…” tatapannya mulai mengendor dan kecurigaannya mulai hilang.&lt;br /&gt;“lha mang masnya dari mana?”&lt;br /&gt;“saya dari deket casa grande pa”&lt;br /&gt;“casa grande?” ko jauh banget?emang ngga ada tempat pembuangan sampah disana?”&lt;br /&gt;“ngga ada pa”&lt;br /&gt;“ooo ya silahkan” tangannya menunjuk kerah tempat sampah yang saya juga sudah mengetahuinya.&lt;br /&gt;Saya kembali ke pintu gerbang yang pertama kali masuk untuk keluar dari kampus setelah membuang sampah yang dari tadi saya jingjing. Ditengah-tengah antara tempat pembuangan sampah dan gerbang si satpam berpapasan dengan saya untuk menuju arah yang berlawanan. Tiba-tiba dia mengahmpiri saya.&lt;br /&gt;“Tapi maaf ya mas cuma sekali ini saja ya!” senyumnya baru terlihat di interaksi ini.&lt;br /&gt;“oia pak sip”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjalan menuju keluar kampus saya berfikir; lho ko kenapa dia melarang untuk yang selanjutnya?kenapa saya ngga tanyakan masalah ini? Apakah kampus ini melarang sampah-sampah berasal dari wilayah atau orang luar kampus? Padahal kan untuk kebersihan dan kesehatan lingkungan juga,? Padahal kan nanti juga truk sampah akan membawanya ke tempat pembuangan akhir (TPA)? Ntahlah yang penting sampah yang dua karung lebih itu sudang berkurang satu kantong kresek besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Ahhhh……….. Lega rasanya sampah itu sudah bisa dibuang walaupun hanya sebagian kecil. Dari gerbang kampus saya nyebrang jalan melewati 4 ruas menuju arah kiri jalan untuk kembali ke kios tempat saya bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali menelusuri jalan, melewati kembali lampu merah, melewati salah satu cabang bank BPD DIY. Setelah melewti bank ini, perjalanan saya sedikit terhenti. Dari arah 50 meteran saya lihat didepan ada seekor anjing, depan sebuah kios yang masih belum dibuka. Saya memang sedikit phobia dengan jenis hewan yang satu ini. Tapi katagorinya masih terbilang wajar dan tidak berlebihan bila dibanding salah satu teman saya. Teman saya yang satu ini phobianya boleh dibilah sudah tingkat akut. Jika dia sedang bepergian dengan menggunakan motornya, sedang didepannya terlihat ada anjing maka dia bisa berbelok arah dan mencari jalan lain yang tidak ada anjingnya. Kalaupun dengan terpaksa harus melewati jalan itu maka motor yang hanya berkecepatan 110 cc maka bisa saja menjadi 200 cc. luar biasa pressure dari anjing ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada anjing yang saya lihat didepan dengan jarak 50 meteran. Terhenti langkah saya. Berfikir sejenak; haruskah tetap berjalan lurus dan melewati anjing itu? Atau haruskah kembali nyebrang jalan keruas sebelah kanan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah melihat seorang ibu-ibu didekat anjing  sambil duduk-duduk dan memberi makan seekor anjing lainnya, akhirnya saya memutuskan untuk berjalan lurus dan melewati anjing itu. Saya yakin ibu itu pemilik kedua anjing tersebut. Kalau ada empunya saya yakin juga tak akan ada masalah, lanjut fikiran saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan saya berjalan lurus untuk melewati anjing itu.  Hati  dan fikiran saya tetap pada fikiran sebelumnya;”gimana kalo anjing itu hendak menggigit saya?”&lt;br /&gt;Saya sekarang sudah berada di radius 3 meter dengan anjing yang saya liat dipinggir jalan itu dan 8 meteran dengan anjing yang sedang diberi makan sambil dielus-elus oleh empunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba anjing yang radiusnya 3 meter dengan saya berlari kearah setengah meter dari saya dengan kepalanya yang menengadah keatas. mulutnya menganga lebar tepat didepan lutut saya. Dan tanpa diketahu sebelumnya, ternyata dibelakang anjing itu ada satu anjing lagi. Seperti dikomando oleh anjing yang menganga didepan saya dia pun ikut mengahampiri saya, begitu pun dengan anjing yang sedang dielus-elus sambil diberi makan oleh empunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya 3 ekor anjing yang lumayan besar-besar itu berkumpul dihadapan saya dengan mulut yang menganga lebar sambil meloncat loncatkan badannya dan siap menerkam saya sambil mengeluarkan gonggongannya;&lt;br /&gt;“gogg….gogg…..gogg…..” tiga ekor anjing itu menggonggong bersamaan di hadapan saya.&lt;br /&gt;Tanpa disadari, saya yang berdiri dengan posisi kuda-kuda tidak sempurna berteriak sekencang-kencangnya;&lt;br /&gt;“anj**************ngggggggggg…………se**********************n……………………” muka saya menampakkan kepanikan dan ketakutan yang luar biasa.  Tanpa menghiraukan kepanikan dan ketakutan saya ini, dan memang dia tak tau kalo saya lagi panic dan takut, mereka terus menggongong.&lt;br /&gt;“gogg…gogg…gogg…”&lt;br /&gt;Saya tetap terpaku berdiri dengan posisi kuda-kuda tak sempurna. Sempat saya memiringkan badan dengan tujuan menjauh dari ke tiga anjing itu dan berlari sekencang-kencangnya. Namun, berbagai klakson kendaraan bermotor menghentikan maksud saya.&lt;br /&gt;“tiiiiiiiiitttttt......tiiiiiiittttttttt.......tiiiiitttttt......”&lt;br /&gt;Si ibu-ibu yang empunya dari ketiga anjing itu, turun dari tempatnya memberi makan seekor anjingnya yang menghampiri saya sambil setengah berlari.&lt;br /&gt;“heiii.....heiii.....kalian jangan nakal” teriakan siibu untuk sianjing.&lt;br /&gt;“sudah mas ngga apa-apa,jalan aja!!!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ketiga anjing itu menghentikan gonggongannya. Tapi rasa takut dan panic saya masih terus menggelora. Untungnya, ruas jalur kiri terlihat kosong dari kendaraan bermotor akibat lampu merah menyala. Saya-pun menyebrang sampai akhirnya berhenti ditrotoar jalan dan melanjutkan perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Hati saya sedikit lega. Rasa panic saya-pun sudah mulai mengendor. Tapi tidak untuk rasa enek saya; kenapa saya ngga bilang sama si ibu yang memiliki anjing itu agar mengikatnya? Bagaimanapun juga anjing adalah binatang yang tidak tahu apa-apa kalo orang yang digonggonginya tak bersalah, panik dan takut akibatnya. Kenapa saya tidak memaki-maki ibu itu? Padahal jarang-jarang saya punya kesempatan untuk memaki-maki seorang ibu-ibu, yang ada malah saya yang sering dimaki-maki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya merasa sedikit terobati  dengan teriakan kasar saya. Walaupun bukan ditujukan untuk ibu itu, semoga dia bisa mengerti dibalik teriakan itu.&lt;br /&gt;Anjing itu juga telah memberikan presure yang luar biasa bagi saya. Saya dibuat gila olehnya. Kalo anjing itu tidak begitu, mana mungkin saya dengan kencangnya berteriak: anj**********g....se*****an di sebuah pinggir jalan ring road utara didepan seorang ibu-ibu dan diantara orang-orang yang melintasi jalan itu. Fuck n thank to ANJING.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-2022401214388392549?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/2022401214388392549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=2022401214388392549&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2022401214388392549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2022401214388392549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2011/01/sampah-dan-anjing.html' title='SAMPAH DAN ANJING'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-1802934563241286275</id><published>2010-12-28T17:26:00.003+07:00</published><updated>2012-02-04T21:36:34.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>Naturalisasi Hanya Sebagai "Vitamin"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kemenangan timnas Indonesia secara berturut-turut hingga akhirnya mampu menembus babak final piala AFF 2010 merupakan magnet tersendiri ditengah-tengah keringnya prestasi persepakbolaan nasional. Oleh sebab itu, sangatlah wajar jika euforia tersebut dimeriahkan oleh masyarakat dengan berbagai cara diberbagai wilayah ditanah air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Melihat perkembangan timnas saat ini, terdapat berbagai perbedaan dengan kondisi sebelumnya. Salah satu yang cukup menonjol adalah adanya pemain naturalisasi yang masuk dalam skuad timnas, yakni Cristhian Gonzales dan Irfan Bachdim. Kedua pemain ini merupakan orang pertama yang masuk dalam program naturalisasi sepanjang sejarah berdirinya timnas Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dibeberapa Negara, program naturalisasi bukanlah hal baru dalam dunia persepakbolaan. Negara-negara di Erofa yang memiliki kemajuan persepakbolaan dibandingkan Asia sudah lebih dulu menerapkan program ini. Salah satunya adalah Prancis yang menjuarai piala dunia 1998 dan Jerman yang menembus semifinal piala dunia 2010 kemarin. Sedangkan diwilayah Asia, ada Singapura yang kemudian menjelma menjadi Negara unggulan di ajang persepakbolaan Asia Tenggara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jika melihat kondisi timnas yang minim akan prestasi, program naturalisasi ini ibarat vitamin yang memberikan kesegaran dan kebugaran ditengah kekeringan prestasi tersebut. Keberadaan Gonzales dan Irfan yang memiliki skill diatas rata-rata tentunya akan menjadi figure, insfirasi atau pemicu bagi pemain murni Indonesia untuk lebih bagus lagi. Namun, layaknya vitamin dalam dunia medis, naturalisasi itupun hanya sebatas mengobati atau memberikan daya tahan dalam jangka waktu yang pendek. Dengan demikian, usaha-usaha untuk memajukan persepakbolaan nasional tidak bisa dengan hanya mengandalkan program naturalisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh sebab itu, ada berbagai faktor lain yang harus diperbaiki untuk membawa persepakbolaan nasional kearah yang lebih maju, salah satunya adalah faktor pembinaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lahirnya bintang-bintang lapangan hijau tidak bisa dilepaskan dari proses pembinaan yang dilakukan sejak dini dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutaan. Lingkupnyapun tidak terfokus pada urusan fisik atau strategi semata, akan tetapi pembinaan ini harus juga memperhatikan pola konsumsi, psikologis sampai dengan IQ pemain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembinaan yang baik tentunya harus ditunjang juga dengan penyelenggaraan kompetisi yang baik. Selama ini, masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki dari penyelenggaraan kompetisi yang ada di Indonesia, seperti pengaturan jadwal pertandingan yang tidak merata disetiap minggunya, masalah profesionalisme wasit hingga kasus kemenangan titipan atau penyuapan untuk memenangkan sebuah pertandingan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah soal infrastruktur.  Masalah infrastruktur ini memang menjadi salah satu poin penilaian tersendiri untuk menentukan peringkat sebuah tim sepak bola di federasi sepak bola internasional (FIFA). Oleh sebab itu, FIFA melarang sebuah pertandingan dilangsungkan jika kondisi lapangan atau stadion tidak sesuai dengan standar yang ditentukan. Artinya, kelayakan sebuah lapangan akan menentukan boleh tidaknya sebuah pertandingan digelar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola ada faktor lain yang mendukung lancarnya sebuah pertandingan, yakni faktor suporter atau pendukung. Keberadaan pemain kedua belas ini selain bisa memotivasi pemain dilapangan, mereka-pun bisa menjadi boomerang atau penghambat bagi kelancaran pertandingan. Akibat dari ulah supporter yang anarkis, pertandingan bisa saja di hentikan secara tiba-tiba, rusaknya sarana dan prasarana stadion bahkan sampai keluar stadion sampai perkelahian antar supporter. Dalam hal ini, supporter harus betul-betul memahami falsafah bahwa disetiap pertandingan pasti ada yang kalah dan yang menang. Pemahaman ini diharapkan bisa membimbing supporter menjadi pendukung yang beretioka, berbudaya dan bermartabat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Euforia sepak bola nasional diharapkan tidak terjadi pada saat piala AFF 2010 saja. Akan tetapi, kondisi ini harus dijadikan momentum awal untuk kemajuan serta kebangkitan persepakbolaan nasional. Bravo sepak bola Indonesia!!!&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-1802934563241286275?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/1802934563241286275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=1802934563241286275&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1802934563241286275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1802934563241286275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/12/naturalisasi-hanya-sebagai-vitamin.html' title='Naturalisasi Hanya Sebagai &quot;Vitamin&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-3545679410016231308</id><published>2010-12-24T19:29:00.001+07:00</published><updated>2011-12-10T21:16:20.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>sensitifitas PT?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang memiliki nilai-nilai kebudayaan yang luhur. Saling bergotong royong, ramah tamah serta memiliki rasa toleransi yang tinggi antar sesama. Namun, nilai-nilai tersebut sepertinya sudah hilang ketika munculnya berbagai konflik yang diwarnai dengan aksi kekerasan dimana-mana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekerasaan merupakan perilaku seseorang atau kelompok yang lebih mengutamakan kekuatan fisik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Hal ini sangat bertolak belakang dengan nilai luhur kebudayaan kita yang lebih mengutamakan nila-nilai kekeluargaan yang didasarkan pada rasionalitas yang bisa dipahami.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bentuk kekerasan tidak mesti yang memiliki dampak kerusakan yang parah secara fisik atau kekerasaan yang dilakukan oleh sekian banyak orang. Akan tetapi konflik yang berujung kekerasan bisa juga terjadi dalam sekup yang lebih kecil seperti keluarga.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apapun bentuknya konflik yang berujung kekerasan sangat bertolak belakang  dengan nilai-nilai kemanusiaan serta kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Budaya kekerasan sepertinya sudah menjadi hal yang biasa bagi kita saat ini. Kondisi tersebut bisa kita lihat bagaimana tayangan-tayangan televisi menyuguhkan pemirsanya dengan berbagai macam kekerasan. Mereka seperti tanpa beban menyuguhkan bagaimana perang antar warga, tawuran antar pelajar atau bahakan kekerasan dalam rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika kondisi ini tetap dibiarkan, maka tidak mustahil bangsa kita akan menjadi bangsa yang kembali ke masa purbakala dulu. Siapa yang kuat dia yang berhak hidup (survival of the fites).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Usaha penanganan konflik yang seringkali terjadi akhir-akhir ini tentunya memerlukan kerjasama dari berbagai stack holder, termasuk dari pihak lembaga perguruan tinggi atau akademisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai lembaga pendidikan tertinggi, perguruan tinggi sudah selayaknya memiliki tanggung jawab sosial berupa pendampingan serta pengejewantahan nilai-nilai pendidikan dalam bermasyarakat. Selama ini, mereka terkesan “bungkam” terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. Literature, wacana keilmuan atau bahkan hasil penelitian yang dilakukan oleh mereka hanya digunakan untuk kepentingan akademis semata bahkan kepentingan kapitalis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disatu sisi, pihak perguruan tinggi pun terjebak ke dalam perilaku manusia yang tidak terdidik seperti kasus kekerasan yang terjadi di IPDN beberapa tahun silam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lemabaga perguruan tinggi sudah seharusnya berbenah diri. Wacana yang dikembangkan, literature yang dikaji serta penelitian yang dilakukan harus mampu menyentuh serta mampu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-3545679410016231308?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/3545679410016231308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=3545679410016231308&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/3545679410016231308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/3545679410016231308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/12/sensitifitas-pt.html' title='sensitifitas PT?'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-1908349726374109758</id><published>2010-12-11T10:41:00.002+07:00</published><updated>2012-02-04T21:37:26.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>TKI dan Kegagalan Mensejahtrakan Rakyat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Terungkapnya kasus penganiayaan serta pembunuhan terhadap TKI yang menimpa Sumiati dan Kikim Komalasari merupakan cerminan kelam dunia ketenagakerjaan kita. Sumiati dan kikim hanyalah sebagian dari fenomena gunung es dunia ketenagakerjaan Indonesia. mungkin masih banyak sumiati atau kikim lainnya, baik yang terekspos oleh media atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selama ini, negara yang seharusnya melindungi mereka terkesan sangat  reaksioner. Dalam hal ini, pemerintah hanya melakukan langkah kuratif dengan cara bertindak cepat pada saat masalah atau gejala muncul. Padahal, yang lebih tepat untuk  dilakukan adalah langkah preventuf dengan melakukan upaya-upaya sistematis yang dimulai dari penyelesaian akar masalahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tidak bisa dipungkiri, keberadaan TKI diluar negeri memberikan konstribusi yang sangat besar bagi negara, yakni sebagai salah satu sumber pendapatan devisa. Menurut catatan Migran Care pada tahun 2010, Indonesia mendapat remitansi senilau US$ 7, 139 miliar dari TKI yang bekerja diluar negeri. Hasil ini jauh lebih tinggi dari pada total bantuan asing (official development assistance) yang hanya sebesar US$ 1,2 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Melihat besaran remitansi yang akan diperoleh oleh negara atas keberadaan TKI ini, sebenarnya pemerintah tidak akan  merugi jika harus memberikan bekal pendidikan keterampilan yang layak bagi setiap TKI yang memilih bekerja diluar negeri. Namun sayang, kondisi ini sepertinya kurang diperhatikan oleh pemerintah. Padahal, sebagai pekerja sudah seharusnya mereka memiliki keterampilan kerja yang akan mereka geluti, terlebih mereka bekerja diluar negeri yang tentunya berbeda dengan di negeri sendiri, baik dari iklim kerjanya atau hal lainya seperti budaya dan bahasa.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selain pendidikan keterampilan, hal yang cukup mendasar terkait dengan permasalahan yang menimpa TKI adalah masalah kesejahtraan. Kalau harus ditelisik lebih jauh, berbagai kasus yang terjadi seperti kasus kekerasan fisik, ancaman hukuman dan sejenisnya, pada umumnya menimpa TKI yang terpaksa bekerja diluar negeri atau tenaga kerja (di dalam negeri) yang tak punya pilihan lain. Dari pada hidup menganggur tanpa penghasilan, lebih baik bekerja dengan kondisi yang memprihatinkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Masalah diatas disebabkan oleh minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia dan layak bagi masyarakat. Oleh karena itu, mereka rela terbang jauh ke luar negeri untuk mencari peruntungan  rezeki disana, secara legal atau  ilegal dengan keterampilan yang memadai maupun tanpa keterampilan sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jika akar  masalahnya terletak pada kegagalan  negara dalam mensejahtrakan rakyatnya, maka upaya-upaya penanggulangan  masalah TKI tidak akan selesai dengan  moratorium semata atau dengan menghentikan sama sekali pengiriman TKI ke luar negeri. Apalagi dengan hanya memberikan fasilitas HP (handphone) seperti yang diusulkan oleh presiden.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Negeri ini sepertinya dininabobokan oleh pendapatan devisa yang cukup besar dari para TKI sehingga mereka lupa akan  kewajibannya sebagai negara yang harus melindungi mereka sebagai warganya. Bahkan, Indonesia terkesan mudah mengekspor warganya ke luar negeri. Kondisi ini jauh berbeda dengan UU yang diberlakukan oleh Filipina misalnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Filipina memberlakukan peraturan yang sangat ketat yang mengatur pengiriman tenaga kerjanya ke luar negeri. Sebelum menggunakan jasa warganya, si pengguna jasa diwajibkan untuk mengisi formulir yang bersisikan pembayaran upah minimal 400 dolar Amerika, libur sehari dalam sepekan, tempat yang nyaman, makan yang cukup dan tidak melakukan kekerasan. Selain itu, mereka juga diwajibkan untuk mencantumkan nama seluruh anggota keluarganya, keterangan gaji samapai pada jenis pekerjaan yang spesifik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Disadari ataupun tidak, TKI  merupakan  representasi bangsa yang terbesar jumlahnya di luar negeri. Maka jelaslah, bahwa peristiwa-peristiwa ‘kecil’ penyiksaan TKI itu sesungguhnya adalah suatu penggalan drama saja dari keseluruhan cerita bahwa bangsa ini tidak memiliki nilai kehormatan di mata bangsa lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-1908349726374109758?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/1908349726374109758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=1908349726374109758&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1908349726374109758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1908349726374109758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/12/tki-dan-kegagalan-mensejahtrakan-rakyat.html' title='TKI dan Kegagalan Mensejahtrakan Rakyat'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-1393065480238691477</id><published>2010-11-24T12:44:00.003+07:00</published><updated>2011-12-10T21:16:45.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>“GAYUS PEDULI MERAPI”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa direncanakan, tanpa diduga, bahkan  tanpa dicita-citakan, akhirnya saya berhasil juga memegang uang pecahan 50 ribu-an senilai 300 ribu setelah hampir 3 bulan tidak juga saya memegangnya. Tapi, saya tidak menafikan yang disebut-sebut sebagai usaha. Usahanya adalah: sms-an beberapa kali. Mulai jam 10 pagi sampai jam 3 sore di hari jum’at. (jeda waktu membalas smsnya paling lama sekitar 10 menit-an lah) Mulai dari kamar, WC, naik motor (maaf pak polisi, saya mepet banget waktu itu), sampe juga keruangan kuliah kemudian duduk cemas di pojok belakang . HP di silent.  Tangan si pemegang HP turun kebawah meja yang menyatu dengan kursi kuliah.   Ibu jari saya mulai bermain indah. (maaf DR Musa, saya tidak mencermati penjelasan anda).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Usaha lainnya adalah pinjem ATM….. (maaf saya tidak bisa menyebutkannama bank-nya, karena bank ini tidak teken kontrak sponsor dengan saya). Saya juga sekalian nyuruh yang punya ATM  untuk mencairkan duitnya. (untuk yang ini, maaf saya katro)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi sayang, 300 ribu yang hampir 3 bulan saya tidak memegannya itu, tidak terjadi pada tanggal 03 bulan 03 taun 2003. (berapa yah kurs nilai rupiah kala itu?) Malahan, lebih disayangkan lagi, melebihi sayangnya saya ketika harus menggunting kuku dijari manis yang selalu saya gunakan untuk mengeruk kotoran yang ada didalam telinga saya. Ternyata, uang yang 300 ribu itu adalah utangnya salah seorang teman saya yang pernah tanpa sengaja saya melihat KTPnya bernama Arif. Saya tidak tau apa kepanjangannya. (tolong kasih jawaban: apa nama lengkap yang cocok buat  Arif ini?) dan memang saya kurang tertarik sekali melihat nama seseorang di KTP. Saya lebih suka melihat masa berlakunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disini, jabatan saya adalah distributor freelance. 300 ribu tadi dibagi ke tiga temannya si Arif  waktu dia masih kuliah di Jogja dulu. Dua orang masing-masing menerima 50 ribu, dan satu orang menerima 70 ribu. Bayangkan berapa gaji seorang distributir freelance waktu itu!!!.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mengucapkan rasa terimakasih yang sejauh-jauhnya untuk mas Arif. Semoga ilmu yang anda dapatkan selama menempuh jenjang S1 dalam kurun waktu 14 semester plus  masa injury time  dari universitas bisa bermanfaat. Amiin. Akhirnya saya teringat dengan pepatah waktu saya SD dulu: semakin lama kamu menabung maka akan semakin banyak sesuatu yang kamu hasilkan. Itu kata bu Dedeh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi, 300 ribu yang hampir 3 bulan saya tidak memegannya itu, tidak terjadi pada tanggal 03 bulan 03 taun 2003. Ini terjadi pada tanggal 04 bulan 11 taun 2010. Nah, di waktu ini, merapi telah ber-erupsi hampir 1 mingguan yang telah memakan korban jiwa. (saya turut berduka atas musibah ini). Pak Surono  menginstruksikan 20 km dari merapi adalah radius yang harus dikosongkan untuk warga Sleman.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai bagian dari warga Jogja, lebih-lebih sebagai sesama manusia, saya dan teman-teman di Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Tasikmalaya Yogyakarta (KPMT-Y) merasa terketuk melihat kondisi ini. Muncullah inisiatif untuk melakukan aksi penggalangan bantuan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan untuk korban merapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga temen saya berangkat lebih awal pada tanggal 03 mereka sudah samapi diTasikmalaya untuk koordinasi disana dengan berbagai pihak. Dua jam sebelum tanggal 04 Hp saya mengeluarkan kata-kata: jangan sombong…..jangan sombong…oooohhhh…… jangan sombong…(reff-nya The Pandal). Klik. Akhirnya berhenti juga kata-kata itu. Giliran saya sekarang yang berkata.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“halow”&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ung, besok malem teman-teman berangkat ke Tasik. Kamu harus ngikut!” ternyata Uduy yang memancing keluarnya kata-kata jangan sombong tadi.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ya, insyaallah”&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Klik. Uduy mematikan teleponnya. Setelah mendapatkan jawaban dari saya. Dan lebih dari itu saya tau kalo lama-lama pasti pulsanya tidak cukup. Dia kan beda operator dengan saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawaban pasti saya tadi sebenarnya  tidak sesuai dengan hati saya. Kenapa? Karena hati saya lagi tidak pasti dan bingung. Berangkat? Ongkosnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah saya buka saku celana ternyata hanya ada 10 rebu plus receh 1300 perak.  Tak perlu lagi saya melihat dompet saya. Isinya hanya ada KTP yang sudah 3 tahun tidak berlaku  plus KTM yang 2 bulanlg tidak berlaku juga.  Jogja-Tasik kan paling murah setidaknya harus peganglah 50 rebuan mah.?@#!%$$$$$$$.........&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi, hatur nuhum Rif ah… gaji pertama sebagai distributor freelance saya gunakan buat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, saya berangkat juga. Bersama teman-teman. Bersepuluh. Berdempet-dempetan. Yang satu sedikit menunduk kedepan, satunya bersandar kesempitan. Sangat sempit sekali kijang avanza yang kami rental waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan info yang tidak pernah kami konfirm,tapi kami percaya, waktu itu bus penuh, kereta bisnis habis tiketnya, ekonomi sangat penuh sekali. Itulah kenapa kami harus rental mobil hanya untuk sekali nganterin saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa titik yang kami jadikan pusat penggalangan bantuan. Perempatan masjid agung kota Tasikmalaya, perempatan padayungan, pasar minggu Dadaha, perempatan Mitra Batik dan pertigaan Janti.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perempatan masjid agung kota Tasikmalaya merupakan titik yang cukup lama dan memiliki porsi yang lebih dibandingkan titik lainnya. 3 kali kami stand by disana dengan waktu rata-rata 2 jam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Titik ini cukup ramai oleh karena itu sedikit semerawut. Deket dengan beberapa pusat perbelanjaan, perhotelan, perkantoran, dekat dengan mesjid pastinya, dan yang tidak kalah menarik dan sangat memikat adalah titik ini dekat dengan per-prostitusian. Yah, di malam hari kira-kira jam 10 keatas-lah. Memang bukan seperti Sarkem, Potorono atau Parangkusumo  yang ada di Jogja atau Doli yang di Surabaya itu. Disini hanya tempat transaksi aja. Tidak tampak sang PSK melambai-lambaikan tangannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Transaksi dilakukan mealalui perantara seorang germo. Tapi sangat berbeda dengan germo yang lainnya. Disini germonya pake tutup kepala alias berkerudung coy!!! Ntah ini metode marketing tersendiri, atau mengikuti identitas daerah yang katanya dijuluki kota santri itu. Atau karena gara-gara tempat transaksinya tepat di pinggir mesjid agung, jadi kalau habis maen bisa langsung tobat khusu’. Entahlah. Dan Hotel tempat bercintapun masih deket-deket mesjid juga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang betul tuhan menciptakan sesuatu di bumi ini berpasang-pasangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena daerah ramai dan akses menuju beberapa keramaian lagi, 1 juta 2 ratus 60 ribu bisa kami dapatkan kurang lebih dalam waktu 1 jam setengah. Alhamdulillah. Dan itu hanya dari pengguna jalan. (Terimakasih untuk pengguna jalan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya lihat dua orang wartwan TV lokal sedang mengambil gambar Hendi, teman saya yang sedang berorasi di  tengah-tengah perempatan. Mengahampirinya. Dan saya yakin pasti mewawancaranya. Tak lama berselang, datang lagi laki-laki yang membawa kamera disamping jalan tempa saya, Egi dan Robet. Jepret...jepret…Jepret. Sepertinya ini dari wartwan cetak. Saya istirahat sejenak untuk bersujud du masjid ini. Besok harinya, ternyata muncul pernyataan si Egi di koran yang sebarannya mencapai Priangan Timur. (lumayan lah Gi suaramu didengar kurang lebih oleh 4 kabupaten. Walaupun mungkin kalo dikalkulasikan yang baca artikel tentang itu hanya 1 RT  karna memang bukan Headline)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah tiga hari dengan kalkulasi waktu sekitar  6-7 jam akhirnya terkumpul kurang lebih 5 juta rupiah. Alhamdulillah, walo banyak menurut saya mudah-mudahan bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sehari sebelumnya saya terserang demam, akhirnya saya pulang juga. Berdua bareng si Odon. Bebas biaya karena bikin tiket dadakan buat relawan. Teman saya lainnya sudah berpencar ada yang pulang ke rumah masing-masing ada juga yang bersilaturahmni dengan senior organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua hari dijogja saya lihat dikontrakan hanya ada satu dua orang saja yang baru tiba. Melihat itu, saya kembali lagi ketempat kerja saja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba HP saya mengeluarkan suara tembakan yang keluar dari AK  47…. Itu tanda nada ada sms masuk.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ung, gmn duit yg kmrn dah didistribusikan lom? Daerah mn?bls”&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu si egi yang tanya. Egi yang baru masuk koran pernyataannya langsung tersebar di empat kabupaten. Tapi ko pake bals segala di akhir sms-nya? Tumben-tumbenan. Kayanya penting. Saya bales:&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“separo kalo gk salah 400 rbuan di bw ma si Ihsan buat warga tmpt KKNnya yg jd korban. Separo lg da di rek. Si Odon. Gw gk tau prosedur pendistrbusiannya, tu yg taukan si Hendi.”&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lama berselang datang balesan lagi:&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Klo mo di tambahin, ni gw  da 4 milyar sisa kemarn gw dr Bali abis nontn tenis. Gmn? Bilang ma anak2…”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sialan. Ternyata saya sedikit terkecoh. si Egi berlagak bak Gayus yang baru saja pulang dari Bali yang lagi ramai di liput media dengan membawa sisa uang 4 M.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk urusan berkhayal saya tak mau kalah. Sampai mana-pun.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“oh..kan kmrn lu ke risourch gw, ya ntar gw bilng ma ank2, skrg gw lg di Singpur, lg krjsma lembga gw ma slh 1 unversitas di sini”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya inget banget, baru saja Tina Talisa melaporkan langsung dari Singapura bersama bos pemilik tv-nya.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Oh iya deh, tp jgn lupa ksh tau masyarakatnya, tkutnya pd gk mo dr duit perpajakan.”&lt;/span&gt; Wah baru tau ternyata Gayus tuh lumayan sufi juga, peka juga ma urusan subhat.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“y gmpang lah urusan gituan mah, warga kan pastinya nyangka itu CSR dr perushaan gw..”&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya mendengar jawaban dari saya ini Gayus pun tak muncul lagi.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-1393065480238691477?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/1393065480238691477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=1393065480238691477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1393065480238691477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1393065480238691477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/11/gayus-peduli-merapi.html' title='“GAYUS PEDULI MERAPI”'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-7999503742362983907</id><published>2010-10-29T23:30:00.002+07:00</published><updated>2010-10-29T23:32:34.941+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>saya beserta direksi blog ini mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di gunung merapi Daerah Istimewa Yogyakarta dan tsunami di Mentawai Sumatra Barat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54488/335/409D01E9B8A2CD213F252C2932A93CB6.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-7999503742362983907?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/7999503742362983907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=7999503742362983907&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7999503742362983907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7999503742362983907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/saya-beserta-direksi-blog-ini.html' title=''/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-6748746996683711646</id><published>2010-10-22T02:41:00.003+07:00</published><updated>2010-10-22T02:57:50.084+07:00</updated><title type='text'>"waria jadi presiden?"</title><content type='html'>20/10/10, 365 hari, 1 tahun kepemimpinan SBY-Budiono&lt;br /&gt;s'orang waria mengrim sms kepada saya:&lt;br /&gt;"so-soan tuh mahasiswa demo anarkis lagi, udah pak SBY suruh saja mereka gantikan presiden"!!!! kalo diartikulasikan sepretinya nada dia sngat kesal&lt;br /&gt;"ngaca dong,,urus dirinya dulu,,banyak tuhh mereka yangg melakukan free sex"lnjut dia masih dng nada kesal kayanya.lalu sy bales (kebetulan sy punya pulsa gratisan):&lt;br /&gt;"sy sih lbih milih km dr pd mrka tuk gantiin SBY.....karena kamu akan mncatat sejarah pertama didunia" (presiden dari kalangan waria)&lt;br /&gt;"wkwkwkwk hahahaua..."jawab dia lagi,,tapi seprtinya itu artikulasinya bernada cowok banget&lt;br /&gt;karena saya masih bisa sms-an gratis itu, saya jawab lagi:&lt;br /&gt;"wah ketawanya jangan ngakak...! ntar gak anggun lagi...malah machonya yang nonjol heheheh!!!"&lt;br /&gt;"abis sihh aku kesel banget ma mereka,mereka ja lom tentu baik ko.,,,," bales dia.&lt;br /&gt;belum sempat saya bales dia dah sms lagi:&lt;br /&gt;"iyayah gimana kalo q yang jai presiden?"&lt;br /&gt;"ya makanya saya kan tadi bilang,,kamu akan jadi presiden pertama didunia dari kalangan waria" karena takut kepanjangan saya sms lagi:&lt;br /&gt;"makanya ketawanya jangan terlalu ngakak ntar kan keliatane cowok banget,, padahal indonesia baru satu pemimpin ceweknya...."&lt;br /&gt;"wkwkwkw...hahahahau" jawab dia&lt;br /&gt;belum sempat saya jawab,,dia ngirim lagi&lt;br /&gt;"eee iya eke lupa; hehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-6748746996683711646?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/6748746996683711646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=6748746996683711646&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/6748746996683711646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/6748746996683711646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/waria-jadi-presiden.html' title='&quot;waria jadi presiden?&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-741626983523953388</id><published>2010-10-22T02:05:00.001+07:00</published><updated>2010-10-29T22:50:33.562+07:00</updated><title type='text'>"si isis"</title><content type='html'>banyak tulisan yang saya pengen tul&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;......&lt;br /&gt;tentang ini&lt;br /&gt;tentang itu&lt;br /&gt;ini itu pengen saya tul&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;.....&lt;br /&gt;tidak dalam rangka nars&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ataupun semata-mata supaya terlihat eks&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;apalagi kalo untuk jadi vokal&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; saya hanya ingin tulisan ini terpubl&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;....&lt;br /&gt;tapi, ini itu yg saya tul&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;lalu saya publ&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mungkin akan saya bentuk minimal&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;soalnya,,klo macam-macam yang saya tul&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;bisa2 menkominfo,,kepolisian memasukkan saya agar masuk l&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;akhgirnya saya mengkerutkan al&lt;span style="font-style:italic;"&gt;is&lt;/span&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-741626983523953388?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/741626983523953388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=741626983523953388&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/741626983523953388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/741626983523953388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/si-isis_22.html' title='&quot;si isis&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-1918822097784676573</id><published>2010-10-07T16:39:00.001+07:00</published><updated>2012-02-06T09:07:27.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>"Mawar Mekar"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak menyangka jika dia bisa sekuat dan setegar itu. Sikapnya membuat aku malu. Sebuah dilema jika aku harus bertemu dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, aku berharap bisa tertular oleh sikapnya. Dia memang tidak pandai berucap untuk sebuah motivasi. Kata-katanya hanya untuk menunjukkan bahwa dia ada. Bagiku itu tidak penting. Kata-kata bisa dirangkai. Ucapan bisa dibingkai. Semuanya hanya alat yang bisa saja diperalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malu rasanya jika aku harus bertatapan langsung dengannya. Dia begitu lembut, begitu ramah dengan senyum yang selalu terpancar. Tak pernah kusangka jika dia adalah sosok yang kuat. Ketegarannya selalu dia tunjukkan dalam mengatasi persoalan-persoalan hidup. Ya, walaupun dia harus ada dalam posisi bertahan. Baginya bertahan akan sangat indah, walau terlihat menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalan hidup seringkali mengalahkan kesabaranku sebagai seorang manusia. Aku hanya bisa bertahan dalam sesaat. Dalam suatu waktu yang singkat. Bukan untuk berlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terlahir sebagai perempuan bukan halangan baginya untuk melawan rintangan hidup. Perilakunya seakan-akan ingin menunjukkan bahwa perempuan baginya adalah kodrat. Sedang persoalan hidup adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh kodrat apapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usianya memang sudah tidak muda lagi. Hampir mendekati kepala empat. Sepuluh tahun lebih muda dari suaminya. Pernikahannya terjadi kala ia berusia 18 tahun. Sebuah pernikahan dini yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Orang tua yang bersikap otoriter memaksanya untuk melepas masa lajang. Dia tidak bisa mengelak kehendak orang tuanya. Nuansa top of down begitu kental dalam tradisi keluarganya kala itu. Masa-masa remaja yang belum usai diakhirinya dengan sebuah tradisi. Harapan dan cita-citanyapun ikut terbuang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semuanya adalah sejarah masa lalu yang tidak boleh menurunkan kualitas hidup di masa mendatang. Baginya, pilosofi hidup adalah hari ini harus lebih baik dari hari yang kemarin. Penyesalan bukan untuk diambil rasanya. Akan tetapi, penyesalan merupakan akibat yang harus dijadikan sebuah petunjuk untuk melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, ia habiskan hari-harinya untuk mendampingi suami dan membimbing kelima anaknya. Tiap hari dia hanya dirumah. Jarang sekali dia keluar dari daerah tempat dimana dia tinggal. Dia tidak pernah tahu ibu kota negerinya, ibu kota provinsinya bahkan pusat pemerintahan daerahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai pada suatu saat dia berada di salah satu fase dimana dia harus bergerak menyelamatkan keluarganya. Itu terjadi ketika suaminya sudah tidak bisa bekerja lagi. Keramaian yang selalu ada dilingkungan kerja suaminya dipindahkan atas nama kebijakan pemerintah setempat. Tidak mudah bagi sang suami untuk mendapatkan lahan kerja ditempat yang baru. Apalagi dengan status sebagai buruh yang bekerja sesuai petunjuk majikan. Tidak hanya itu, kondisi ini diperparah dengan tingginya kontrak yang dipatok oleh pemerintah jika hendak menempati tempat yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai seorang istri dia hanya berucap halus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sabar pak! Ini bagian cobaan yang harus kita hadapi”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang suami menyadari bahwa ini merupakan salah satu cobaan berat. Apalagi dia sebagai pemimpin keluarga yang membawahi lima anak dan satu istri. Sebelumnya dia-pun berucap kepada sang istri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maafkan aku mah atas kondisi yang terjadi sekarang ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin, sang suamipun mencari kerja kesana-kemari. Ke sanak saudara, ke teman dekatnya dan tentunya kepada sang majikan yang memiliki beberapa tempat usaha. Namun hasilnya sama dengan satu jawaban; belum ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawaban itu berlanjut hingga hari-hari berikutnya. Bahkan mencapai hitungan bulan. Padahal kebutuhan hidupnya begitu banyak. Kelima anaknya masih membutuhkan hasil kerja dari sang ayah. Dua anaknya masih duduk dibangku SD, satu dibangku SMP, satu dibangku SMK dan yang satunya masih duduk di semester dua disalah satu universitas yang jauh dari dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang suami mencoba memberitahukan kondisi ini kepada anak-anaknya terutama kepada anaknya yang sudah kuliah yang sudah bisa mengerti kondisi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nak, hari ini bapak tidak bermaksud untuk mengagetkanmu. Tapi bapak kira ini sangat penting bagimu. Sebenarnya sudah 2 bulan bapak tidak kerja, dan bapak tidak tahu akan berakhir sampai kapan, Karena tempat bapak kerja sudah dipindahkan. Majikan bapak-pun hanya memberikan jawaban-jawaban yang kurang jelas. Kamu adalah anak bapak yang paling besar dan bapak yakin kamu bisa mengerti kondisi ini. Maafkan bapak nak! Kedepan mungkin bapak tidak bisa memberikan biaya untuk kuliah kamu disana. Sekali lagi bapak minta maaf dan semoga kamu bisa mengerti. Bapak doakan semoga kamu sukses.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lupa sebagai seorang ibu dia-pun ikut berbicara dengan anaknya yang masih menggunakan telepon genggam yang sama dengan sang suami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nak! ini ibu! Ibu harap kamu bisa tabah menghadapi kondisi ini kedepan. Ibu yakin kamu bisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba suaranya terhenti. Sebenarnya dia terdengar ingin meneruskan obrolan ini. Namun cucuran air mata menghalangi suaranya untuk keluar. Rasa sedih menghinggapi kerinduan seorang ibu terhadap anaknya yang sudah satu tahun belum bertemu. Kesedihannya kali ini bertambah karena dia tidak akan memberikan biaya untuk anaknya kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia berusaha meneruskan obrolannya, walau dengan terbata-bata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nak! maafkan orang tuamu ini ya! Ibu atau bapak bukannya tidak mau memberikan biaya untuk kamu. Tapi kali ini kita dicoba untuk sabar karena bapak belum bisa bekerja lagi.” Suaranya kembali terhenti oleh tangisan yang penuh kasih sayang. Tak lama kemudian dia memaksakan kembali untuk berbicara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nak! Yang sabar ya! Ibu akan selalu mendoakanmu. Tiap hari, tiap malam, ibu tidak lupa mendoakanmu dan begitu-pun dengan adik-adikmu. Ibu yakin kamu tidak akan putus asa menghadapi ini semua.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anaknya mencoba tegar mendengar tangisan ibu yang telah melahirkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya ibu. Ibu tidak perlu menangis. Ibu-kan pernah bilang; bertahanlah walau kadang bertahan itu sakit. Dan lawanlah walau melawan itu pahit. Aku berusaha untuk sabar dan tetap meneruskan kuliah ini bu!. Ibu tidak perlu khawatir. Aku juga yakin aku pasti bisa. Apalagi didorong oleh doa ibu yang tulus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah akhir percakapan disuatu pagi setelah dia memanjatkan doa sehabis subuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima bulan sudah ia lewati hidupnya sebagai ibu rumah tangga tanpa suami yang belum kembali bekerja. Jatah hidup keluarganya hanya mengandalkan tabungan suami ketika dia masih bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sempat keluar rasa pemisis yang membuatnya sedikit goyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sebenarnya aku tidak tahan dalam kondisi ini. Dulu akupun pernah mengalaminya. Satu tahun lebih suamiku tidak bekerja. Dia hanya mengandalkan perintah orang yang kadang ada dan kadang tidak. Hawa nafsuku keluar dengan sebuah bisikan; andai aku tidak menikah dengannya? Dan sampailah aku pada sebuah kesimpulan yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya; haruskah aku menggugat cerai dirinya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun hal itu tidak akan pernah ia lakukan. Baginya pernikahan adalah ruang suci yang tidak boleh ia kotori oleh hawa nafsu sekecil apapun.&amp;nbsp;Dia sadar dia harus melawan kondisi ini. Perempuan dengan status ibu rumah tangga bukan halangan untuk tidak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya diapun berjalan menelusuri kampung-kampung dengan membawa sebuah gembolan besar yang berisi kerudung dan pakaian wanita lainnya. Barang-barang itu dia ambil dari seorang wanita yang sering berjualan dipusat perbelanjaan didaerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga anaknya ia tinggalkan dirumah beserta suaminya yang kala itu mulai membuat tas-tas unik dari bahan mendong.&amp;nbsp;Sebelum berangkat ia pastikan pekerjaan rumahnya telah ia selesaikan. Mencuci, memasak dan membersihkan rumahnya. Tiap hari dia begitu. Dia harus sampai lagi dirumah sebelum matahari mulai terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanannya dari rumah bukanlah perjalanan mudah. Dia butuh tenaga ekstra, butuh keberanian dan butuh keterampilan. Dia menelusuri jalan-jalan perkampungan yang masih berbatu. Barang-barang yang ia bawa ia tawarkan kepada warga kampung yang ia lewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kerudungnya bu!!” sembari tersenyum dia menawarkan salah satu dagangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kampung yang satu dia berjalan ke kampung lainnya. Kanan kirinya penuh dengan pepohonan yang tinggi. Kali ini jalannya cukup bagus dengan aspalan yang lumayan rata. Namun dia harus tertatih-tatih. Posisi jalannya menanjak sampai-sampai lututnya hampir mengenai dadanya yang penuh dengan rasa dahaga. Tapi dia tidak mau menyerah. Batinnya selalu memotivasi perjalanan jauhnya dengan bisikan; harus-kah anak-anakku “mati” karena ulahku?&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-1918822097784676573?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/1918822097784676573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=1918822097784676573&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1918822097784676573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1918822097784676573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/mawar-mekar.html' title='&quot;Mawar Mekar&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-7520226486170580354</id><published>2010-10-06T00:45:00.002+07:00</published><updated>2010-10-06T00:46:15.657+07:00</updated><title type='text'>Sandal Rajapolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/TKtkQkIUGSI/AAAAAAAAAFg/b0LHWFv7ShI/s1600/sen.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/TKtkQkIUGSI/AAAAAAAAAFg/b0LHWFv7ShI/s400/sen.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524619603639277858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sandal unik khas Rajapolah, Tasikmalaya, JAwa Barat&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-7520226486170580354?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/7520226486170580354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=7520226486170580354&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7520226486170580354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7520226486170580354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/sandal-rajapolah_9412.html' title='Sandal Rajapolah'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/TKtkQkIUGSI/AAAAAAAAAFg/b0LHWFv7ShI/s72-c/sen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-7354393136923133273</id><published>2010-10-06T00:26:00.002+07:00</published><updated>2012-02-06T09:10:22.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>"Pajak butuh Reformasi ulang"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;oleh: Aries Riesnandar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;(bukan pengamat atau pakar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Terungkapnya kasus Gayus Tambunan beberapa waktu lalu telah membuka babak baru dalam perjalanan makelar kasus (markus) yang terjadi dilingkungan direktorat jendral pajak Republik Indonesia. Betapa tidak, Gayus yang berpangkat eselon IIIA ini memiliki tabungan direkeningnya keurang lebih sebesar 25 Milyar rupiah.  Sebuah nilai yang cukup fantastis dan tentunya perlu dipertanyakan dari mana uang sebanyak itu diperoleh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tidak hanya itu, kasus Gayus ini-pun menjadi rapot merah bagi pemerintah (menteri keuangan) bahwa reformasi birokrasi pajak yang selama ini digulirkan ternyata belum berhasil. Hal yang cukup mengena dalam hal ini adalah keputusan menaikkan tunjangan bagi pegawai pajak ternyata tidak sepenuhnya meredam ambisi untuk melakukan tidakan korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selama ini reformasi pajak terkesan tidak menyeluruh dan hanya berkutat pada reformasi tingkatan internal Ditjen pajak. Padahal, jika melihat kasus Gayus, persoalan yang muncul menunjukan bukan hanya aparat Ditjen pajak yang terlibat, akan tetapi wajib pajaknya juga yang memberikan dan oknum lain yang menerima aliran dana dari makelar kasus seperti Gayus.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jika dilihat dari sudut pandang hukum, dunia perpajakan cukup kental juga dengan nuansa konspirasi yang terjadi didalamnya. Hal ini dikarenakan banyaknya pihak-pihak terkait seperti aparat Ditjen pajak, masyarakat wajib pajak atau oknum-oknum lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Oleh karena itu, sudah saatnya Ditjen pajak melakukan reformasi ulang guna menciptakan lingkungan pajak yang bersih. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-7354393136923133273?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/7354393136923133273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=7354393136923133273&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7354393136923133273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7354393136923133273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/pajak-butuh-reformasi-ulang.html' title='&quot;Pajak butuh Reformasi ulang&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-1252709361191694811</id><published>2010-10-05T23:42:00.000+07:00</published><updated>2012-02-06T09:11:35.994+07:00</updated><title type='text'>"Optimalisasi Peran Media Massa"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;Oleh: Aris Risnandar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;(penulis bukanlah pengamat atau pakar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pemilihan umum atau pemilu tinggal beberapa minggu lagi.  Tentunya, pesta demokrasi 5 tahunan ini perlu disambut dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia demi tercapainya kemajuan bangsa. Namun, alih-alih untuk menuju hal itu, pemilu kali ini ternyata banyak menuai berbagai kendala. Salah satunya adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Permasalahan sosialisasi ini sangatlah urgen demi tercapainya pengetahuan masyarakat terhadap prosesi pemilu. Apalagi, pemilu kali memiliki perbedaan yang cukup jauh dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Perbedaan ini misalnya terlihat dalam cara pemilihan. Jika ditahun sebelumnya cara pemilihan dilakukan dengan cara mencoblos, maka dipemilu sekarang cara itu diganti dengan cara mencontreng. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Salah satu langkah yang bisa diambil untuk mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat.adalah dengan mengoptimalkan peran media massa. Selama ini, media massa lebih banyak mengetengahkan kampanye politik berupa ajakan kepada masyarakat untuk memilih partai yang muncul di media massa tersebut. Tiap hari baik di televisi, surat kabar, radio atau bahkan internet masyarakat terus dicekoki oleh kampanye-kampanye partai politik. Hal ini bukan hanya terjadi dalam bentuk iklan, melainkan sudah masuk dalam beberpa program acara yang bersifat kampanye.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kondisi diatas jauh terbalik dengan informasi yang berisi tentang sosialisasi pemilu, mulai dari jadwal pemilu, penggunaan surat suara atau prosedur pemilu lainnya yang harus diikuti oleh para peserta pemilih. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kelancaran pemilu mendatang. Padahal selama ini masyarakat masih terpengaruh dengan paradigma lama dalam melakukan proses pemilu. Situasi ini bisa terlihat dari hasil simulasi pemilu yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibeberapa kota beberapa bulan yang lalu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Para pemilih masih kebingungan dengan cara pemilihan yang dilakukan dengan cara mencontreng di mana sebelumnya pemilihan dilakukan dengan cara mencoblos.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jika masyarakat masih banyak yang salah dalam proses pemilihan, maka sudah barang tentu banyak suara yang akan dinilai tidak sah.  Hal ini tentunya akan sangat mengecewakan bukan hanya  terhadap partai politik yang berkompetisi melainkan juga terhadap proses demokrasi di Indonesia. Aspirasi masyarakat untuk kemajuan Indonesiapun hilang gara-gara kesalahan prosedur dalam mengikuti pemilu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam konteks pemilu, media massa merupakan jembatan yang menghubungkan antara  partai politik dengan masyarakat. Partai politik tidak bisa berbuat banyak tanpa bantuan media. Begitupula dengan masyarakat, mereka tidak akan tahu informasi tentang partai politik  tanpa adanya pemberitaan dari media massa. Oleh sebab itu, selayaknya media massa tidak hanya memberitakan partai politik yang sifanya berupa kampanye saja, melainkan informasi-informasi  terkait dengan kebutuhan masyarakat mengenai pemilu, misalnya iklan yang berisi tentang tata cara pemilu yang ahrus diikuti oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selain peran dari media massa, sosialisasi ini juga seharusnya dilakukan oleh partai politik itu sendiri. Namun, yang sering terlihat sekarang ini adalah partai politik yang lebih mengutamakan kampanye disana-sini demi meraup suara yang sebanyak-banyaknya. Padahal, partai politik memiliki tanggung jawab dalam menyelenggarakan pendidikan politik seperti sosialisasi pemilu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tentunya kita semua berharap pemilu kali ini berjalan dengan lancar untuk kemajuan Indonesia kedepan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-1252709361191694811?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/1252709361191694811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=1252709361191694811&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1252709361191694811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1252709361191694811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/optimalisasi-peran-media-massa.html' title='&quot;Optimalisasi Peran Media Massa&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-8528824747520213730</id><published>2010-10-05T23:38:00.001+07:00</published><updated>2012-02-06T09:12:45.541+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>"Anarkisme bukan Demokrasi"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;oleh: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aries Riesnandar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(penulis bukanlah pengamat atau pakar)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kebebasan berpendapat merupakan hak setiap bangsa yang juga merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. hal inipun yang menjadi agenda reformasi yang digulirkan tahun 1998. D&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;i era sebelumnya (orde baru) kebebasan tersebut menjadi hal yang "tabu" bagi warga Indonesia. adanya kebebasan ini memberikan harapan baru bagi bangsa Indonesia untuk tidak perlu takut lagi dalam mengungkapkan tuntutannya. salah satu bentuk dari kebebasan berpendapat ini adalah melalui unjukrasa atau demonstrasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Seiring dengan berjalannya masa reformasi, aksi demonstrasipun kerap kjali bermunculan. aksi yang terjadi tidak hanya di jakarta sebagai pusat pemerintahan, melainkan sudah menjamur keberbagai daerah-daerah. penyebab demonstrasipun bermacam-macam mulai dari penyikapan terhadap kebijakan pemerintah sampai pada demonstrasi memperingati hari-hari tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Namun, kebebasan berpendapat dalam bentuk demonstrasi ini terkadang tidak terkontol dan malah menimbulkan perilaku yang anarkis. hal ini seperti yang terjadi di gedung DPRD Medan, sumatra utara. Sarana dan prasaran disekitar aksi demo dirusak, bahakan yang lebih disessalkan lagi adalah tewasnya Azis Angkat yang menjadi ketua DPRDnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tentunya, bukan kebebasan berpendapat seperti ini yang menjadi bagian dari demokrasi dan yang selalu digaung-gaungkan di era reformasi ini. walaupun diberi kebebasan, namun aturan-aturan yang memang berlaku tetap harus diindahkan, seperti tidak merusak lingkungan sekitar, mengganggu ketentraman umum apalgi sampai menghilangkan nyawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Secara psikologis, orang yang melakukan demonstrasi akan memiliki emosi yang lebih dibandingkan diluar aksi demo.kondisi ini dipengaruhi oleh persamaan tujuan yang mereka suarakan dalam demonstrasi tersebut. Jika emosi tersebut tidak terkendali dan sesuatu yang disuarakan mereka tidak dikabulkan, maka tidak mustahil jika demonstrasi tersebut akan berbuah anarkis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Oleh karena itu, untuk menanggulangi kondisi diatas tentunya dibutuhkan pendekatan psikis yang bisa menjegah terjadinya hal-hal yang berbau anarkis. Hal pertama yang harus dibangun adalah menjalin hubungan komunikasi yang harmonis anatara pendemo dan pihak yang didemo.  Jalinan komunikasi ini bisa dilakukan dengan melakukan musyawarah anatara&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-8528824747520213730?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/8528824747520213730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=8528824747520213730&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/8528824747520213730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/8528824747520213730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/anarkisme-bukan-demokrasi.html' title='&quot;Anarkisme bukan Demokrasi&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-4596421867950342358</id><published>2010-10-05T23:35:00.000+07:00</published><updated>2012-02-06T09:14:28.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>"Pentingnya Sebuah Ketegasan"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Oleh:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Aris Risnandar*&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(penulis bukanlah pengamat atau pakar)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Sejarah pasti berulang”. Ungkapan ini kiranya cocok untuk melihat perseteruan antara Indonesia dengan Malaysia. Sekitar tahun 1961, Malaysia bermaksud untuk menggabungkan wilayah Brunei, Sabah dan Sarawak dengan Persekutuan Tanah Melayu. Keinginan tersebut mendapat tantangan keras dari presiden Soekarno, yang kemudian menimbulkan istilah “ganyang Malaysia”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kini, hubungan antara Indonesia dengan Malaysia kembali memanas walaupun dengan pemicu yang cukup berbeda. Kali ini pemicunya cukup beragam dan beruntun, mulai dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Pangeran Fakri dari kerajaan Kelantan Malaysia terhadap Manohara, kasus Ambalat sampai dengan kasus yang sering terjadi yakni penganiayaan terhadap TKI di Malaysia. Sebelumnya, Malaysia-pun berhasil memenangkan kedaulatan terhadap pulau Sipadan dan Ligitan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Indonesia dan Malaysia dikenal sebagai negara dengan rumpun yang sama yakni rumpun Melayu. Oleh karena itu, kedua negara ini pun memiliki banyak kesamaan mulai dari akar budaya, sejarah kerajaan-kerajaan, agama bakan keturunan. Walaupun demikian, dibeberapa dekade terakhir ini, hubungan keduanya terus memanas. Anehnya lagi, Malaysia yang boleh disebut sebagai adiknya Indonesia seringkali menjadi awal pemicu dari memanasnya hubungan diantara keduanya. Misalnya, pengakuan terhadap seni budaya asli Indonesia, penganiyaan terhadap TKW atau  kapal Malaysia yang memasuki batas teritorial Indonesia tanpa izin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ulah Malaysia seperti diatas memang tidak bisa ditolerir lagi. Dibutuhkan sebuah ketegasan dari pemerintahan kita terhadap sikap Malaysia tersebut. Komplain terhadap Malaysia yang berangkat dari ekspektasi berdasarkan pada pemahaman intersubjektif lama tentang hubungan keduanya harus ditinggalkan. Walaupun Malaysia satu rumpun dengan Indonesia,  namun pada kenyataannya mereka telah melakukan perilaku-perilaku yang menjatuhkan martabat bangsa Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam menanggapi penanganan terhadap perilaku Malaysia, pemerintah seringkali melakukan penyelesaian yang sporadik, tanpa menyentuh akar permasalahannya. Begiu pula dengan kebijakan diplomasi yang lebih menitikberatkan pada bagaimana menjaga hubungan, bukan mencoba bersikap rasional dalam masalah ini. Sehingga, tidak aneh kalau perilaku Malaysia yang melampaui batas itu terulang kembali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kalau kita berkaca dari sejarah seperti yang dilakukan oleh presiden Soekarno, maka sikap yang perlu diambil adalah sebuah ketegasan untuk terciptanya kenyamanan serta terjaganya harga diri bangsa Indonesia. Selama ini, kita terkesan ragu-ragu dalam mengambil sikap apakah melawan terhadap sikap Malaysia yang merugikan bangsa atau malah hanya diam dengan alasan menjaga hubungan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Hal lain yang perlu dilakukan oleh pemerintah kita adalah keberanian untuk menekan Malaysia agar lebih transparan dan mengikuti  aturan internasional yang berlaku.  Dalam kasus Ambalat misalnya, UU internasional menetapkan wilayah Ambalat merupakan wilayah yang masuk teritorial Indonesia, sehingga kalau ada pihak asing (Malaysia) yang masuk ke wilayah ini tanpa izin maka dia bisa dikenakan sanksi. Begitu pula dengan kasus penganiayaan terhadap TKI yang sudah diatur dalam perburuhan internasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bentuk dari ketegasan serta keberanian ini bisa dituangkan dengan melayangkan protes keras terhadap Malaysia, proses pengucilan sampai pada pemutusan hubungan diplomatik. Pemerintah Indonesia harus berani mengultimatum pemerintah Malaysia, supaya mereka tidak mempermainkan Indonesia seperti yang dilakukannya sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-4596421867950342358?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/4596421867950342358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=4596421867950342358&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/4596421867950342358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/4596421867950342358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/pentingnya-sebuah-ketegasan.html' title='&quot;Pentingnya Sebuah Ketegasan&quot;'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-6573576417679606545</id><published>2010-10-05T23:18:00.000+07:00</published><updated>2012-02-06T09:16:27.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>“Yogya Bersih Korupsi”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Oleh: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aris Risnandar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;{&lt;span style="font-style: italic;"&gt;penulis bukanlah pengamat atu pakar&lt;/span&gt;}&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Yogyakarta merupakan salah kota di Indnesia yang memiliki berbagai julukan. Ada yang menjuluki Yogya dengan sebutan kota pendidikan. Sebutan ini muncul mengingat Yogya memiliki begitu banyak lembaga pendidikan khususnya untuk level perguruan tinggi. Dari sini pula julukan kota pelajar muncul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Julukan lain untuk Yogyakarta adalah kota budaya. Keberadaan budaya di Yogyakarta mulai dari acara-acara ritual yang dilakukan masyarakatnya sampai pada situs-situs budaya seperti candi prambanan, memang menjadi panorama tersendiri. Tak pelak orangpun bisa terpincut oleh kondisi tersebut. Hal ini pula yang kemudian memunculkan julukan lain bagi Yogyakarta, yakni kota pariwisata. Dari sisi makanan Yogya-pun memiliki sebutan tersendiri, yakni kota gudeg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Selain julukan diatas, ada julukan lain yang baru-baru ini diberikan kepada Yogyakarta, yakni kota terbersih dari masalah korupsi. Julukan ini muncul dari lembaga survey Transparansi Internasional Indonesia (TII)  Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada bulan September hingga Desember 2008 tersebut, Yogyakarta menduduki peringkat pertama untuk katagori daerah paling bersih dari masalah korupsi dengan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 6,43.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Prestasi diatas tentunya tidak terlepas dari langkah pemerintahan Yogya yang memiliki strategi tersendiri untuk menanggulangi masalah korupsi. Strategi yang diberlakukan tersebut adalah dibentuknya Dinas Perizinan yang merupakan pengembangan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). Dengan metode ini, masyarakat yang akan berurusan dengan pemerintah dalam hal perizinan tidak perlu melalui prosedur yang berliku. Pihak yang terkait cukup dengan melakukan proses komputerisasi untuk membereskan perizinannya. Kebijakan ini tentunya akan mmpersempit ruang terjadinya proses suap menyuap yang sampai hari ini marak terjadi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ada beberapa hal yang bisa diambil teladan dari pembentukan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). Pertama, masalah waktu. Dengan adananya unit pelayanan ini, masyarakat tidak perlu berlama-lama mengurusi perizinan, karena tidak perlu melakukan estapet perizinan dari pihak satu ke pihak lainnya. Kedua, dengan tidak adanya estapet perizinan ini maka permasalahan dana-pun bisa mendapatkan kepastian yang jelas. Selama ini masyarakat kadang dibingungkan dengan masalah dana ini, mengingat disetiap estapet mereka harus membayar lagi dengan dana yang kadang berbeda.   Oleh karena itu, keberadaan estapet ini tentunya membuka ruang transaksi suap menyuap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pembentukan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) yang dilakukakan pemerintah Yogyakarta telah terbukti mempersempit pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam melakukan perilaku korupsi. Sebuah teladan yang patut dicontoh oleh daerah-daerah lain demi terciptanya Indonesia yang bersih dari korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-6573576417679606545?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/6573576417679606545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=6573576417679606545&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/6573576417679606545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/6573576417679606545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/yogya-bersih-korupsi.html' title='“Yogya Bersih Korupsi”'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-2452691692137980856</id><published>2010-10-05T23:14:00.002+07:00</published><updated>2012-02-06T09:18:15.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>Amanah Dalam Kekuasaan</title><content type='html'>Oleh: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aris Risnandar*&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(penulis bukan pakar ato pengamat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kampanye politik capres dan cawapres 2009 sudah dimulai sejak 2 Juni yang lalu.  Inilah masa-masa dimana ketiga pasangan tersebut saling berkompetisi untuk mendapatkan kursi kekuasaan. Selain bersaing mendapatkan simpati rakyat, ketiga pasangan kandidat tersebut seringkali terlihat saling menjatuhkan antara satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah menjadi rahasia umum jika hal diatas menjadi pemandangan tersendiri yang terjadi di masa kampanye. Akan tetapi, yang lebih penting adalah bagaimana ketiga kandidat tersebut bisa menjaga amanah sebagai orang yang mendapat kepercayaan untuk maju menjadi calon pemimpin dinegeri ini. Karena, tidak sedikit pemimpin yang mengabaikan amanahnya ketika dia diangkat menjadi pemimpin dan melupakan janji-janjinya terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memiliki sifat amanah dalam berpolitik adalah sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Apalagi, dunia politik adalah dunia kekuasaan yang tidak mengenal kawan atau lawan abadi, karena yang ada hanya kepentingan abadi. Sifat amanah setidaknya bisa menjadi counter untuk meredam hasrat mementingkan diri sendiri dalam jiwa sorang pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Amanah ketika disandingkan dengan dunia politik, maka akan memunculkan berbagai pengertian. Amanah merupakan sebuah sifat, yang diatur oleh imperatif-imperatif moral. Sedangkan politik merupakan sebuah dunia kekuasaan murni dan diatur oleh asumsi-asumsi kebijaksanaan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disatu sisi, seseorang yang sudah dicalonkan untuk memangku sebuah kekuasaan seperti capres atau cawapres adalah orang-orang yang sudah mendapatkan amanah (trush)dari rakyat. Mereka diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin bangsa ini. Dengan kata lain, kekuasaan itu sendiri merupakan sebuah amanah yang harus dipergunakan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disisi lain, amanah memiliki pengertian yang cukup luas dalam kaitannya dengan dunia politik. Pertama, amanah bisa berarti sebuah sifat tanggung jawab. Tanggung jawab disini tentunya tanggung jawab sebagai seorang pemimpin yang memiliki sebuah kekuasaan untuk mengatur dan memimpin rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini, tidak sedikit pemimpin yang terjebak dalam lingkaran memperkaya kepentingan pribadi dan komunitas elitnya dibandingkan mensupremasikan komitmen kerakyatannya. Mereka terjebak dalam praktek hedonisme kekuasaan yang dimilikinya. Hal ini terjadi karena kurangnya rasa tanggung jawab sebagai orang yang diberi amanah untuk memimpin kekuasaan yang diberikan oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam masa kampanye misalnya, pemimpin yang bertanggung jawab tidak akan melontarkan janji-janji atau kontrak politik dengan seenaknya untuk meraih simpati masyarakat. Akan tetapi, janji-janji yang akan dilontarkan kepada masyarakat di pertimbangkan terlebih dahulu dengan penuh rasa tanggung jawab. Tanggung jawab disini adalah tanggung jawab untuk memegang janji-janji tersebut dan melaksanakannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, amanah bisa berarti sebuah kejujuran. Sebagai seorang pemimpin yang diberi amanah untuk memimpin bangsa sudah semestinya bersikap terbuka dan apa adanya dengan masyarakat yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita lihat masa kampanye kali ini, tidak jarang para kandidat saling tuding antara satu dengan yang lainnya. Bahkan tidak sedikit mereka mengklaim sebuah keberhasilan yang pernah terjadi dinegeri ini adalah berkat kepemimpinan mereka. Padahal klaim-klaim tersebut kadang hanya berupa bentuk persuasif semata untuk meraup suara rakyat. Mereka tidak peduli apakah klaim tersebut ia ucapkan dengan penuh kejujuran dan memang seperti itu adanya atau hanya akal-akalan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita semua berharap, semoga orang yang terpilih menjadi presiden atau wakil presiden nanti bisa menjadi pemimpin yang amanah, jujur dan bertanggung jawab dngan kepemimpinannya. Sehingga, jabatan ia peroleh betul-betul diperuntukan untuk kepentingan rakyat, bukan sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-2452691692137980856?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/2452691692137980856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=2452691692137980856&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2452691692137980856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2452691692137980856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/amanah-dalam-kekuasaan.html' title='Amanah Dalam Kekuasaan'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-2030920823729591538</id><published>2010-10-05T23:07:00.001+07:00</published><updated>2011-12-10T21:11:53.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>Antara Janji dan Amanah Wakil Rakyat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aris Risnandar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(penulis bukan pakar ato pengamat)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan orang-orang yang akan duduk dikursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mereka inilah yang kemudian akan menjadi wakil rakyat dalam jangka lima tahun kedepan. Sebagai wakil rakyat, mereka dituntut untuk bisa membawa aspirasi rakyat yang kemudian diperjuangkan demi kesejahtraan rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang yang ditetapkan sebagai anggota dewan merupakan manusia pilihan yang dipilih oleh masyarakat dalam pemilu legislatif 9 April yang lalu. Gelar anggota dewan menjadi semacam “anti klimaks” setelah melalui proses panjang dalam pemilu legislatif. Tentunya, bukanlah perkara mudah untuk finish menjadi anggota dewan. Apalagi pemilu kali ini menerapkan aturan suara terbanyak untuk menentukan pemenang dalam pemilu, bukan berdasarkan nomber urut caleg. Maka tidak begitu mengherankan jika pemilu kali ini terkesan lebih “ramai” dibanding pemilu sebelumnya. Banyak caleg yang tebar pesona, tebar janji, bagi-bagi uang, atau sembako. Tidak hanya itu, banyak pula caleg yang mengalami stress saat mendengar dirinya kalah.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah menjadi sebuah kewajaran ketika seorang caleg memaparkan visi misinya dalam masa kampanye. Pemikiran-pemikiarannya pun ia tuangkan demi meraup massa sebanyak mungkin. Bahkan di masa kampanye ini pula kebanyakan caleg mengumbar janjinya untuk meraih kepercayaan masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses mengumbar janji sudah menjadi semacam tradisi dalam kampanye politik seorang calon pemimpin. Hal ini memang tidak bisa disalahkan. Namun, permasalahannya adalah seberapa jauh mereka mampu menepati janji-janji tersebut ketika dia nantinya terpilih. Hal ini patut dipertanyakan, apalgi ketika melihat angota DPR yang sekarang sedang berkuasa malah banyak yang terjerat kasus korupsi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasus korupsi yang banyak menjerat anggota DPR adalah salah satu contoh kalau mereka tidak mampu menepati janjinya untuk mensejahtrakan rakyat.  Padahal korupsi merupakan perbuatan yang sangat merugikan rakyat. Mereka seakan-akan terbuai oleh jabatan yang ia terima dan melupakan begitu saja janjinya sewaktu dia masih berkampanye untuk mengumpulkan suara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perilaku ingkar janji yang dilakukan oleh anggota dewan merupakan sebuah gambaran dari seorang pemimpin yang tidak amanah (trush). Kondisi ini tentunya cukup memprihatinkan mengingat pemimpin adalah figur bagi yang dipimpinnya. Idealnya seorang pemimpin adalah orang yang mampu memberikan sauri teladan bagi rakyatnya. Bukan sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemimpin yang amanah tentunya tidak akan melupakan janji-janjinya sewaktu ia dicalonkan menjadi pemimpin. Baginya “janji adalah hutang” yang harus dibayar. Apalagi janji yang ia ucapkan berdampak bagi kepentingan masyarakat luas. Jabatan yang ia peroleh merupakan sebuah titipan yang harus dijaga dengan baik, bukan malah merusaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap tidak amanah merupakan salah satu bentuk dari sikap mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok diatas kepentingan bangsa.  Jika sikap ini sudah tertanam dalam jiwa seorang pemimpin, maka kesejahtraan rakyat bukan lagi menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya. Hal terpenting bagi pemimpin yang memiliki tipe seperti ini adalah bagaimana jabatan yang ia peroleh bisa memenuhi kepentingan dirinya, bukan masyarakat yang dipimpinnya. Oleh karena itu, pemimpin seperti ini akan melakukan cara apa saja demi memenuhi kepentingan dirinya atau kelompoknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap pemimpin yang tidak amanah ini pula merupakan gambaran dari pemimpin yang tidak konsisten dan tidak bertanggung jawab dengan janji-janji yang pernah ia lontarkan. Tentunya pemimpin seperti ini bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh bangsa kita,  ditengah-tengah kondisi bangsa yang belum pulih dari berbagai macam krisis. Bangsa ini mendambakan figur pemimpin yang konsisten antara perkataan dan perbuatan serta bertangung jawab dengan kepemimpinannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita berharap semoga orang yang terpilih menjadi presiden atau wakil presiden nanti bisa menjadi pemimpin yang amanah, konsisten dan bertanggung jawab dengan janji-janji yang pernah ia lontarkan dimasa waktu kampanye. Sehingga, jabatan yang sekarang ia peroleh betul-betul diperuntukan untuk kepentingan rakyat, bukan sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-2030920823729591538?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/2030920823729591538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=2030920823729591538&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2030920823729591538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2030920823729591538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/antara-janji-dan-amanah-wakil-rakyat.html' title='Antara Janji dan Amanah Wakil Rakyat'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-5775248254273246573</id><published>2010-10-05T22:17:00.004+07:00</published><updated>2011-12-10T21:11:42.884+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bukan pengamat'/><title type='text'>“Jas Merah di Trowulan”</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;oleh : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aris Risnandar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(penulis bukan pakar atau pengamat)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan. Lewat sejarah manusia bisa belajar banyak tentang arti hidup, bahkan bisa menjadi acuan untuk kehidupan dimasa mendatang.  Oleh karena itu, bung Karno pernah mewanti-wanti akan hal ini dengan sebutan “jas merah” jangan sekali-kali melupakan sejarah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasus perusakan terhadap situs Trowulan di Mojokerto merupakan salah satu bentuk penodaan terhadap sejarah, mengingat situs-situs yang ada disana adalah bukti sejarah dari kerjaan Majapahit. Padahal lewat situs-situs tersebut bangsa kita sebenarnya bisa belajar banyak akan kesuksesan yang pernah diraih oleh kerajaan Majapahit di bumi nusantara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanggulangan tehadap kasus ini tentunya tidak bisa dilimpahkan hanya kepada salah satu pihak saja. Akan tetapi dibutuhkan dukungan penuh baik itu dari pemerintah maupun dari masyarakat. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan sudah semestinya membuat undang-undang khusus atas keberadaan serta pelestarian peninggalan sejarah seperti situs kerajaan Majapahit yang ada di trowulan ini.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini undang-undang yang ada tentang peninggalan sejarah belum menyentuh terhadap sepesifikasi akan arti pentingnya peninggalan sejarah.  Seperti yang terjadi sekarang ini, niat baik atas pembentukan Pusat Informasi Majapahit (PIM) yang kurang memperhatikan kelangsungan cagar budaya disana. Begitu pula dengan masyarakat bisa seenaknya menggali tanah disekitar Trowulan, padahal penggalian itu berakibat pada kerusakan situs-situs yang ada. Hal ini sebenarnya bisa di antisipasi jika ada undang-undang yang jelas yang harus dipatuhi bersama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada kasus penggalian tanah yang dilakukan masyarakat sekitar Trowulan, dibutuhkan sebuah kesepakatan khusus antara pemerintah, masyarakat serta pihak pengelola batu bara yang memberikan lapangan kerja bagi masyarakat tersebut. Bagi masyarakat penggalian tanah tersebut adalah sebuah lapangan bagi mereka untuk mencari nafkah. Begitupula dengan perusahaan batu bara tempat dimana hasil penggalian tanah itu di produksi. Tentunya, kesepakatan yang diambil adalah kesepakatan yang tidak merugikan semua pihak demi terciptanya pelestarian cagar budaya di situs Trowulan. Misalnya dengan menetapkan area tanah yang boleh di gali oleh masyarakat untuk kepentingan produksi batu bara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan undang-undang yang mengatur peninggalan sejarah ini tentunya akan berdampak pada perlakuan masyarakat terhadap peninggalan sejarah tersebut. Setidaknya kesadaran mereka akan hal ini bisa terbangun ketika undang-undang tentang hal ini dijalankan secara benar. Sehingga jika ada perlakuan masyarakat yang mengancam keberadaan situs-situs bersejarah, seperti penggalian tanah disekitar situs trowulan, itu bisa ditindak tegas dan dijatuhi sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi, bangsa yang baik adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah nenek moyangnya. Perusakan yang terjadi di cagar budaya Trowulan tempat dimana situs kerajaan Majapahit berada merupakan bentuk penodaan sejarah. Tentunya, pemerintah dalam hal ini sudah selayaknya membuat undang-undang khusus yang mengatur benda-benda peninggalan sejarah. Jangan sampai bangsa kita dicap sebagai bangsa yang lupa akan sejarah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-5775248254273246573?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/5775248254273246573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=5775248254273246573&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/5775248254273246573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/5775248254273246573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/jas-merah-di-trowulan.html' title='“Jas Merah di Trowulan”'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-1032961805019388952</id><published>2010-10-04T16:09:00.002+07:00</published><updated>2010-10-04T23:58:04.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu komunikasi'/><title type='text'>untuk artikel disini</title><content type='html'>maaf menu ini lom bisa diisi karea data-datanya ada di komputer teman semua&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-1032961805019388952?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/1032961805019388952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=1032961805019388952&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1032961805019388952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1032961805019388952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/10/untuk-artikel-disini.html' title='untuk artikel disini'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-4520134607234976580</id><published>2010-09-30T10:20:00.004+07:00</published><updated>2010-09-30T10:50:07.562+07:00</updated><title type='text'>2 bego</title><content type='html'>karena bego, saya kemarin diduga yang gak jelas-jelas. &lt;br /&gt;ceritanya saya ke penggadaian statusnya sebagai pengantar dari teman saya. waktu itu kira-kira jam 12.00. itu artinya saat itu penggadaian sedang istirahat dan buka jam 13:00. dan saya beserta teman yang sama bego juga tidak tahu kalau pada jam tersebut penggadaian tutup sementara.&lt;br /&gt;karena saking semangatnya untuk mendapatkan barang,temen saya ini langsung saja mendorong pintu yang ada tulisan dorongnya itu. bahkan sampai beberapa kali (seperti orang yang hendak mendobraknya). itu masih pake helm lhoo....sama juga ma saya.&lt;br /&gt;karena dia terlihat kesulitan saya pun terpanggil untuk membantu dia. ternyata sama juga.&lt;br /&gt;dari dalam terlihat ibu2 yang membalikan badan mengarah ke kami. raut muka terlihat tegang. kemudian telunjukkan mengarah ke kaca sebelah kanan kami.&lt;br /&gt;kami langsung meliriknya. disana ternyata ada tulisan "closed".&lt;br /&gt;sepertinya ada beberapa dugaan yang disampaikan dalam hati si ibu karyawan itu:&lt;br /&gt;bisa rampok seperti yang terjadi di medan&lt;br /&gt;bisa demonstran&lt;br /&gt;anda pilih apa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-4520134607234976580?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/4520134607234976580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=4520134607234976580&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/4520134607234976580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/4520134607234976580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/09/karena-bego-saya-kemarin-diduga-yang.html' title='2 bego'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-2286689365776928911</id><published>2010-09-30T10:18:00.001+07:00</published><updated>2011-12-10T21:12:41.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>UNDANGAN TIDUR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kau pernah bertanya kepadaku: kapan kau akan kesini? Pertanyaan itu kau ajukan ketika kau dan temanmu ini bertemu disuatu hari disuatu kampus, yang sebenarnya antara kau dan temanmu ini sudah malas kekampus. Betulkan kau? Kalau temanmu ini begitu, tapi pasti kau juga begitu. Karena temanmu ini tau kau pernah ngambil tong sampah di sudut ruangan kampus untuk kau jadikan tong sampah dikosanmu. Enak banget dikau, tidak beli tong sampah. Tapi, kasihan banget dikau, karena kau ketahuan sama satpam. Jadi kau pasti malas ke kampus karena kau malu dan takut. (Hehehe piss ah kau yang ada disana!) akhirnya, kau selalu berharap: ya tuhan pindahkan satpam itu ke fakultas lain atau ke kampus lain. Tapi jangan dipecat saya masih kasihan.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sory kawan kau tau sendiri saya ini seperti apa? Saya ini bak seorang selebritis. Bukan bak mandi yang ada dikamar mandi terus hingga bertahun-tahun. Hingga kau hancurkan rumahnya atau kau hanya perbaiki kamar mandinya saja. Baru bak mandimu bisa pindah ke ruang tamu.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya ini bak selebritis kawan bukan bak mandi itu. Dimana saya berdiri, disitu wartawan juga berdiri. Kemana saya pergi, kesitu juga wartawan pergi. Syuthing disini syuthing disana. Itu semua sama dengan yang terjadi dengan saya. Tepatnya hampir sama bohongnya ketika saya bilang. Saya masih jomblo, padahal saya….. saya jomblo. Bukan bukan yang ini. Itu mah bener. Bohongnya sama dengan yang ini deh; saya anaknya susilo bambang yudhoyono yang presiden itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bener saya kalau kesana kemari yang kaya selebritis itu sering banyak yang nanya. Begini pertanyaannya: eh kapan kamu bayar hutang saya?. Saya jawab dengan ringan dan senyuman juga sama juga kaya selebritis. Begini kira-kira: kapan-kapan ya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi, pertanyaan yang kau lontarkan sangat berbeda dengan kebanyakan teman yang lain. Dan pertanyaanmu sangat enak. Enak sekali. Kau tidak bertanya mengenai hutang. Itu yang membuat saya senang. Bukan aku lupa dan tidak memikirkannya. Aku ingat. Sangat ingat, karena hutang-hutang itu sudah saya catatkan di Hp, lalu saya save, lalu saya buatkan disana tanda alarm. Makanya kalau ada teman-teman yang bertanya masalah hutang sebenarnya itu info yang kurang up date karena satu minggu 4x alarm hutang itu akan nyala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah hari dimana kita berdua saling bersua (tapi tidak dengan tatapan saling mencintai) maaf kan saya kawan saya belum bisa memenuhi undanganmu. Saya masih ada sedikit urusan dikampus. Sebenarnya saya juga kurang tahu pentingan mana antara kampus dan undanganmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hari itu saya ke kampus. Tapi bukan untuk kuliah. Saya daftar beasiswa. Kerenkan? Kali ini dari depag. Dulu saya dapat selama tiga semester dari PT Gudang Garam, lumayan uangnya buat SPP. SPP kan harus dibayar. Nah, biar lumayan lagi makanya saya daftar ke depag. Tapi prosedurnya sangat berbeda. Kali ini saya harus dapat tanda tangan kang Nana tukang ojek di kampung saya yang menjabat juga ketua RT 01. Saya juga harus dapat tanda tangan kang Eri yang menjadi ketua Rw 02  dikampung saya juga. Saya juga harus mendapatkan tanda tangan kepala desa yang pas pemilihan beda satu suara dengan lawannya. Saya juga harus dapat tanda tangan camat dari kecamatan saya. Ya itulah beasiswanya orang miskin. Harus penuh dengan tanda tangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;saya dapat akhirnya tanda tangan mereka. Tanpa sogokan sedikitpun. Karena saya juga malas untuk memberikannya. Itu sudah kewajiban mereka melayani saya. Saya yang telah memberikannya jabatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-2286689365776928911?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/2286689365776928911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=2286689365776928911&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2286689365776928911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2286689365776928911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/09/undangan-tidur.html' title='UNDANGAN TIDUR'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-5864865205661595650</id><published>2010-09-29T20:08:00.003+07:00</published><updated>2010-09-29T20:17:03.641+07:00</updated><title type='text'>FPI di TV</title><content type='html'>FPI kembali beraksi. tapi kali ini mereka memang tidak anarki. hanya saja mereka tetap jadi sorotan tv-tv. &lt;br /&gt;untuk yang kali ini banyak yang mendukung aksi mereka (tp sya belum menghitungnya). objek mereka kali ini adalah Festival Film Gay n lesbi (iiiiihhhhhhhh.......)&lt;br /&gt;sebelumnya saya dan sekian bnyak teman sya yg sya sms mereka tdak tahu adanya festival film itu. nah gara2 FPI masuk tv (mass media) akhirnya jd pada tau.&lt;br /&gt;wah FPI sekarang jd seksi publikasi yahhh....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-5864865205661595650?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/5864865205661595650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=5864865205661595650&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/5864865205661595650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/5864865205661595650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/09/fpi-di-tv.html' title='FPI di TV'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-7127823123935717407</id><published>2010-09-25T07:11:00.002+07:00</published><updated>2012-01-28T15:22:10.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dibalik'/><title type='text'>calon seleb</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/TJ1Dg4N3cmI/AAAAAAAAAEg/Il_LxISo_dg/s1600/lauk.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520642950351516258" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/TJ1Dg4N3cmI/AAAAAAAAAEg/Il_LxISo_dg/s400/lauk.jpg" style="float: left; height: 300px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; margin-top: 0px; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: helvetica; font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;hanya ingin bercerita, meski miring. domisili dijogja, tp masih status sementara, meski begitu tetap bahagia. masih berstatus mahasiswa tua, tapi sebentar lagi akan make toga. mari berdoa dan bercerita&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-7127823123935717407?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/7127823123935717407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=7127823123935717407&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7127823123935717407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7127823123935717407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/09/menghabiskan-waktu-sampai-sd-di-kampung.html' title='calon seleb'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/TJ1Dg4N3cmI/AAAAAAAAAEg/Il_LxISo_dg/s72-c/lauk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-7000282849936840948</id><published>2010-02-05T19:03:00.000+07:00</published><updated>2011-12-10T21:13:52.496+07:00</updated><title type='text'>MAWAR MEKAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak menyangka jika dia bisa sekuat dan setegar itu. Sikapnya membuat aku malu. Sebuah dilema jika aku harus bertemu dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, aku berharap bisa tertular oleh sikapnya. Dia memang tidak pandai berucap untuk sebuah motivasi. Kata-katanya hanya untuk menunjukkan bahwa dia ada. Bagiku itu tidak penting. Kata-kata bisa dirangkai. Ucapan bisa dibingkai. Semuanya hanya alat yang bisa saja diperalat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malu rasanya jika aku harus bertatapan langsung dengannya. Dia begitu lembut, begitu ramah dengan senyum yang selalu terpancar. Tak pernah kusangka jika dia adalah sosok yang kuat. Ketegarannya selalu dia tunjukkan dalam mengatasi persoalan-persoalan hidup. Ya, walaupun dia harus ada dalam posisi bertahan. Baginya bertahan akan sangat indah, walau terlihat menyakitkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalan hidup seringkali mengalahkan kesabaranku sebagai seorang manusia. Aku hanya bisa bertahan dalam sesaat. Dalam suatu waktu yang singkat. Bukan untuk berlatih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlahir sebagai perempuan bukan halangan baginya untuk melawan rintangan hidup. Perilakunya seakan-akan ingin menunjukkan bahwa perempuan baginya adalah kodrat. Sedang persoalan hidup adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh kodrat apapun.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usianya memang sudah tidak muda lagi. Hampir mendekati kepala empat. Sepuluh tahun lebih muda dari suaminya. Pernikahannya terjadi kala ia berusia 18 tahun. Sebuah pernikahan dini yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Orang tua yang bersikap otoriter memaksanya untuk melepas masa lajang. Dia tidak bisa mengelak kehendak orang tuanya. Nuansa top of down begitu kental dalam tradisi keluarganya kala itu. Masa-masa remaja yang belum usai diakhirinya dengan sebuah tradisi. Harapan dan cita-citanyapun ikut terbuang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semuanya adalah sejarah masa lalu yang tidak boleh menurunkan kualitas hidup di masa mendatang. Baginya, pilosofi hidup adalah hari ini harus lebih baik dari hari yang kemarin. Penyesalan bukan untuk diambil rasanya. Akan tetapi, penyesalan merupakan akibat yang harus dijadikan sebuah petunjuk untuk melangkah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, ia habiskan hari-harinya untuk mendampingi suami dan membimbing kelima anaknya. Tiap hari dia hanya dirumah. Jarang sekali dia keluar dari daerah tempat dimana dia tinggal. Dia tidak pernah tahu ibu kota negerinya, ibu kota provinsinya bahkan pusat pemerintahan daerahnya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai pada suatu saat dia berada di salah satu fase dimana dia harus bergerak menyelamatkan keluarganya. Itu terjadi ketika suaminya sudah tidak bisa bekerja lagi. Keramaian yang selalu ada dilingkungan kerja suaminya dipindahkan atas nama kebijakan pemerintah setempat. Tidak mudah bagi sang suami untuk mendapatkan lahan kerja ditempat yang baru. Apalagi dengan status sebagai buruh yang bekerja sesuai petunjuk majikan. Tidak hanya itu, kondisi ini diperparah dengan tingginya kontrak yang dipatok oleh pemerintah jika hendak menempati tempat yang baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai seorang istri dia hanya berucap halus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sabar pak! Ini bagian cobaan yang harus kita hadapi”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang suami menyadari bahwa ini merupakan salah satu cobaan berat. Apalagi dia sebagai pemimpin keluarga yang membawahi lima anak dan satu istri. Sebelumnya dia-pun berucap kepada sang istri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Maafkan aku mah atas kondisi yang terjadi sekarang ini!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin, sang suamipun mencari kerja kesana-kemari. Ke sanak saudara, ke teman dekatnya dan tentunya kepada sang majikan yang memiliki beberapa tempat usaha. Namun hasilnya sama dengan satu jawaban; belum ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawaban itu berlanjut hingga hari-hari berikutnya. Bahkan mencapai hitungan bulan. Padahal kebutuhan hidupnya begitu banyak. Kelima anaknya masih membutuhkan hasil kerja dari sang ayah. Dua anaknya masih duduk dibangku SD, satu dibangku SMP, satu dibangku SMK dan yang satunya masih duduk di semester dua disalah satu universitas yang jauh dari dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang suami mencoba memberitahukan kondisi ini kepada anak-anaknya terutama kepada anaknya yang sudah kuliah yang sudah bisa mengerti kondisi keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nak, hari ini bapak tidak bermaksud untuk mengagetkanmu. Tapi bapak kira ini sangat penting bagimu. Sebenarnya sudah 2 bulan bapak tidak kerja, dan bapak tidak tahu akan berakhir sampai kapan, Karena tempat bapak kerja sudah dipindahkan. Majikan bapak-pun hanya memberikan jawaban-jawaban yang kurang jelas. Kamu adalah anak bapak yang paling besar dan bapak yakin kamu bisa mengerti kondisi ini. Maafkan bapak nak! Kedepan mungkin bapak tidak bisa memberikan biaya untuk kuliah kamu disana. Sekali lagi bapak minta maaf dan semoga kamu bisa mengerti. Bapak doakan semoga kamu sukses.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak lupa sebagai seorang ibu dia-pun ikut berbicara dengan anaknya yang masih menggunakan telepon genggam yang sama dengan sang suami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nak! ini ibu! Ibu harap kamu bisa tabah menghadapi kondisi ini kedepan. Ibu yakin kamu bisa.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba suaranya terhenti. Sebenarnya dia terdengar ingin meneruskan obrolan ini. Namun cucuran air mata menghalangi suaranya untuk keluar. Rasa sedih menghinggapi kerinduan seorang ibu terhadap anaknya yang sudah satu tahun belum bertemu. Kesedihannya kali ini bertambah karena dia tidak akan memberikan biaya untuk anaknya kedepan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia berusaha meneruskan obrolannya, walau dengan terbata-bata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nak! maafkan orang tuamu ini ya! Ibu atau bapak bukannya tidak mau memberikan biaya untuk kamu. Tapi kali ini kita dicoba untuk sabar karena bapak belum bisa bekerja lagi.” Suaranya kembali terhenti oleh tangisan yang penuh kasih sayang. Tak lama kemudian dia memaksakan kembali untuk berbicara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nak! Yang sabar ya! Ibu akan selalu mendoakanmu. Tiap hari, tiap malam, ibu tidak lupa mendoakanmu dan begitu-pun dengan adik-adikmu. Ibu yakin kamu tidak akan putus asa menghadapi ini semua.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anaknya mencoba tegar mendengar tangisan ibu yang telah melahirkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Iya ibu. Ibu tidak perlu menangis. Ibu-kan pernah bilang; bertahanlah walau kadang bertahan itu sakit. Dan lawanlah walau melawan itu pahit. Aku berusaha untuk sabar dan tetap meneruskan kuliah ini bu!. Ibu tidak perlu khawatir. Aku juga yakin aku pasti bisa. Apalagi didorong oleh doa ibu yang tulus.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah akhir percakapan disuatu pagi setelah dia memanjatkan doa sehabis subuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lima bulan sudah ia lewati hidupnya sebagai ibu rumah tangga tanpa suami yang belum kembali bekerja. Jatah hidup keluarganya hanya mengandalkan tabungan suami ketika dia masih bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sempat keluar rasa pemisis yang membuatnya sedikit goyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sebenarnya aku tidak tahan dalam kondisi ini. Dulu akupun pernah mengalaminya. Satu tahun lebih suamiku tidak bekerja. Dia hanya mengandalkan perintah orang yang kadang ada dan kadang tidak. Hawa nafsuku keluar dengan sebuah bisikan; andai aku tidak menikah dengannya? Dan sampailah aku pada sebuah kesimpulan yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya; haruskah aku menggugat cerai dirinya?”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun hal itu tidak akan pernah ia lakukan. Baginya pernikahan adalah ruang suci yang tidak boleh ia kotori oleh hawa nafsu sekecil apapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia sadar dia harus melawan kondisi ini. Perempuan dengan status ibu rumah tangga bukan halangan untuk tidak bergerak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya diapun berjalan menelusuri kampung-kampung dengan membawa sebuah gembolan besar yang berisi kerudung dan pakaian wanita lainnya. Barang-barang itu dia ambil dari seorang wanita yang sering berjualan dipusat perbelanjaan didaerahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga anaknya ia tinggalkan dirumah beserta suaminya yang kala itu mulai membuat tas-tas unik dari bahan mendong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum berangkat ia pastikan pekerjaan rumahnya telah ia selesaikan. Mencuci, memasak dan membersihkan rumahnya. Tiap hari dia begitu. Dia harus sampai lagi dirumah sebelum matahari mulai terbenam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanannya dari rumah bukanlah perjalanan mudah. Dia butuh tenaga ekstra, butuh keberanian dan butuh keterampilan. Dia menelusuri jalan-jalan perkampungan yang masih berbatu. Barang-barang yang ia bawa ia tawarkan kepada warga kampung yang ia lewati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kerudungnya bu!!” sembari tersenyum dia menawarkan salah satu dagangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kampung yang satu dia berjalan ke kampung lainnya. Kanan kirinya penuh dengan pepohonan yang tinggi. Kali ini jalannya cukup bagus dengan aspalan yang lumayan rata. Namun dia harus tertatih-tatih. Posisi jalannya menanjak sampai-sampai lututnya hampir mengenai dadanya yang penuh dengan rasa dahaga. Tapi dia tidak mau menyerah. Batinnya selalu memotivasi perjalanan jauhnya dengan bisikan; harus-kah anak-anakku “mati” karena ulahku?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-7000282849936840948?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/7000282849936840948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=7000282849936840948&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7000282849936840948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7000282849936840948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2010/02/mawar-mekar.html' title='MAWAR MEKAR'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-7698493890678677890</id><published>2009-12-30T13:32:00.001+07:00</published><updated>2011-12-10T21:14:06.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>“IJASAH RONGSOKAN”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini saya. Saya yang baru bangun dari tidur lima jam yang lalu. Ini saya. Saya yang terduduk terdiam karena baru tidur lima jam yang lalu. Terduduk diatas kasur lantai yang jadi tempat tidur malam tadi. Kasur lantai yang sudah hilang warna aslinya. Dulu, ngga tau siapa yang beli, sikasur itu warnanya merah kaya jambu air dibungkus pakai plastic. Sekarang si kasur itu warnanya sudah merah kehitam-hitaman. Kenapa demikian? Karena kasur ini belum pernah dicuci, kalau habis dipakai tidur belum pernah dilipat dan dibereskan dan seringkali diinjak-injak oleh berbagai penghuni kontrakan. Ya, ini memang kasur multifungsi selain untuk tidur, kasur ini bisa juga dipakai untuk kesed. Posisinya pun ditaruh diberbagai tempat. Pernah dikamar depan, pernah dikamar belakang, pernah dikamar tengah dan sering juga berada diposisi ruang tengah kontrakan untuk dipakai rame-rame pas nonton tv atau maen kartu remi. Wahai kasur lantai merah jambu air yang sekarang sudah berubah warna, sungguh bermanfaat sekali dirimu!!!!.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itu Omen, mahasiswa tingkat atas yang juga penghuni kontrakan. Dia duduk di ruang tengah rumah. Posisinya lurus terbaring. Matanya masih terpejam. Karena dia masih tertidur. Baju hitamnya terangkat menggulung sampai ke dada. Udelnya pun terlihat kemana-mana. Bawahnya dia bersarung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itu sugih. Dia dikamar tengah. Kamarnya yang cukup berantakan. Ada laptop yang masih menyala disana. Program winamnya pun belum mati. Masih ada peterpan yang lagi konser di panggung acer. Gila! Kuat juga itu bang aril sama temen-temennya. Konser sampai pagi subuh gini. Apa ngga habis tu suaranya?. Disana juga ada computer. Tapi CPUnya dibawa pergi sama si Oenk tadi malam, katanya mau digadaikan. Dia lagi butuh. Butuh duit dari penggadaian.Tapi keybordnya masih ada. Stabilidzernya masih. Speakernya masih. Mousenya juga masih. Monitornya juga masih. Ada helm yang bertulisakan Persib Bandung. Ada  kresek bekas gorengan. Ada keresek bekas es susu. Sama sedotannya juga. Ada kertas-kertas yang berserakan karena habis nyoba printer. Terakhir deh barang yang saya sebutkan yang ada dikamar Sugih, ada lemari, tapi bajunya pada menumpuk diatas lemarinya. Berantakan. Cukup berantakan kamar mahasiwa termuda yang ada di kontrakan ini. (piss ah Gih!!!). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dia masih sama tertidur. Dihadapan laptop yang lagi ada bang Ariel konser di winampnya. Konser album sebuah nama sebuah cerita. Badannya bugil tanpa baju. Tapi kalau bawahnya ngga dong. Dia masih memakai jeans hitamnya. Posisinya memiringkan badan kearah kanan yang ada poter besar bergambar Soekarno yang lagi asyik duduk. Tangannya menyatu antara kanan dan kiri di depan mukanya. Kedua lututnya terangkat tepat di bawah dadanya. Kalau dpikir-pikir si Sugih ini kaya orang yang lagi dikeroyok masa, sambil bilang ampun! Ampun! Ampun!.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itu Uduy. Itu Hendy. Dua-duanya ada dikamar pojok. Masing-masing pake kasur. Kasur yang sudah keluar busanya. Kasur yang sering gonta-ganti sang tukang tidur. Kasur yang sering diinjak-injak juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lalu aku berdiri. Setelah berdiri berarti aku tidak duduk lagi. Aku keluar kamar. Menuju ruang tengah. Di ruang tengah tv masih menyala. Remote controlnya ada disamping kiri si Omen. Kebiasaan! Tv ini jarang mati walau tanpa penonton.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebenarnya bangun tidur tidak ada niatan sama sekali untuk nonton tv. Tapi mau gimana lagi tvnya masih nyala je. Ya akhirnya tertonton juga deh. Kala itu (itu saya nulis ngga double “L” lho ya!) ada acara pengajian di itu tv. Saya tidak mau memberi tahu programnya apa dan di channel mana. Saya kan bukan bagian publikasi program itu. Saya hanya penonton. Penonton yang kebetulan menonton program itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itu yang sekarang ada di tv adalah pengajian. Pengajian. Dipandu oleh oleh satu laki-laki dan satu ustadzah. Jamaahnya ibu-ibu. Mereka Nampak seragam dengan pakaian seragam. Ada yang pakai seragam putih, mulai dari kerudung sampai kebawah (tapi ngga tau kalau sendalnya, karena cameramen ngga menyoroti kaki-kaki jemaah itu). Ada yang pakai pakaian yang dipakai dengan seragam merah. Dari kerudung juga samapai ke bawah, tapi nggak tau kalau sandalnya. Jadi terpikir deh saya gara-gara melihat itu. Terfikir sama ibu saya dan mungkin ibu-ibu lainnya. Bisa ngga ya ibu saya menghadiri pengajian seperti ini? Seingat saya ibu saya kan ngga punya baju merah yang kaya gitu, apalagi kerudungnya. Sebenarnya ada sih baju merah yang pernah saya lihat dari ibu. Tapi itu biasa dia pakai untuk kesawah. Bukan ke pengajian di masjid kampung saya. Tapi sudahlah, lagian juga ibu saya mah ngga pernah ke Jakarta. Itu kan pengajian yang di tv yang jemaahnya pakai seragam ada di Jakarta. Bukan dikampung saya yang kalau pengajian pakaiannya bebas yang penting sopan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya saya ganti itu program. Diganti sama saya dengan program berita. Saya pindah ke channel lain. Saya tambah volumenya biar temen yang pada tidur itu mendengarkan berita juga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah itu, saya biarkan tv tanpa penonton. Saya pergi keruang belakang. Dari ruang tengah saya lewati pintu lalu belok kanan. Lalu belok kiri. Lalu saya masuk ke WC lalu saya kunci dong itu pintu WC. Kenapa dikunci? Ada aja. Saya ngga perlu ceritakan ngapain saja saya di itu WC. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ini saya. Saya yang sudah keluar dari WC. Saya ngga perlu ceritakan ngapain saja saya tadi di WC. Yang jelas setelah keluar saya sudah basah. Muka saya, tangan saya juga kaki saya. Lalu saya masuk kamar lagi. Saya ganti ini baju. Saya ambil sejadah. Lalu saya solat. Solat subuh. Dua rokaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hari ini Jogja cukup cerah. Cerah karena ada matahari yang mulai terbit. Coba kalau tidak ada matahari. Mungkin nggak akan seperti ini. Maka patutlah saya bersyukur kepada tuhan yang menciptakan matahari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hari ini kontrakan cukup kotor. Dan hari-hari sebelumnya juga sering terlihat kotor. Kartu remi berserakan diruang tengah. Asbak rokok berjatuhan. Bungkus rokok yang dijadikan asbak juga berjatuahan. Bungkus nasi juga. Kantong kreseknya juga. Bekas plastic es teh dan es susu dan es kopi juga. Semuanya berserakan di ruang tengah kontrakan. Pusing saya melihatnya. Padahal, saya berharap bangun pagi kali ini bertaburan rasa segar. Tapi tidak masalah. Saya juga pengen mendapat pahala wahai tuhan. Maka saya bersihkan itu sampah yang berserakan di ruang tengah kontrakan. Semuanya saya bersihkan. Kecuali si Omen yang masih tidur di ruang tengah ini. Saya tidak mau membersihkan dia dan membuangnya ke tong sampah. Karena dia sedang ditunggu-tunggu dan diharapkan kedatangannya. Oleh orang tuanya di rumahnya nan jauh disana. Oleh keluarganya. Oleh pacarnya. Atau oleh masyarakatnya. Bahkan oleh negeri ini. Aminnn. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sampah-sampah itu sudah terkumpul. Saya masukan ke tempat sampah didepan kontrakan. Tempat sampah yang dibangun dipinggir jalan berukuran 2x2 meter persegi. Diatasnya ditutup oleh seng sebagian. Itu tempat sampah khusus buat warga RW 13. Karena di t empat sampah itu tertulis RW 13. Rw lain pun begitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekarang, bersihlah kontrakan saya. Kontrakan teman-teman juga. Omen sudah bangun yang ditandai dengan munculnya berita hasil rekomendasi tim 8 dalam kasus Chandra hamzah dan bibit samat riyanto. Uduy juga terlihat sudah bangun. Hanya sugih dan hendy yang masih terlihat enak dengan mimpi-mimpinya. Saya tidak tau mimpinya sama atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ternyata sampah-sampah yang saya buang tadi belum cukup untuk membersihkan kontrakan. Ada begitu banyak tumpukan kertas yang berserakan diruang belakang. Ini kerja tambahan lagi buat saya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya bereskan lagi itu tumpukan kertas yang berserakan. Ada bekas makalah, ada bekas proposal, ada buku panduan mata kuliah, ada KRS dan ada banyak lagi. Saya bersihkan itu semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Uduy terlihat berangkat kuliah. Omen memanaskan motor. Sepertinya dia mau berangkat ke tempat saudaranya. Biasanya memang dia sering kesana. Apalagi katanya saudara dia yang bernama Dudu itu minta bantuannya untuk beres beres tempatnya. Sepertinya Hendi dan Sugih sudah terbangun. Itu saya lihat hendi dan sugih yang silih berganti masuk toilet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya terus membereskan kertas yang berserakan ini. Saya pilih. Dan saya juga pilah. Mana yang masih dipakai dan mana yang tidak. Saya bereskan. Mau yang masih dipakai, atau tidak. Yang tidak dipakai untuk apa? Ada ajah nanti saya kasih tau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sudah jam 9. Capek rasanya membersihkan yang harus dibersihkan hari ini. Saya rehat sejenak. Tidur-tiduran diatas lantai yang telah saya bersihkan tadi. Enak rasanya ini hari. Keringat yang tadi bercucuran mulai hilang. Ini saya rehat sambil tidur-tiduran sambil nonton tv juga. Nonton tiga program gossip di tiga channel tv yang bebeda. Saya pindah-pindah dari gossip satu ke gossip lainnya dengan remote yang ada ditangan kanan saya. Sesekali saya pindahkan ke program musik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tak lama kemudian Omen datang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ Gosip yo cah?” itu Omen menanggapi tontonan saya dengan bahasa jawa berlogat sunda. Sambil naruh helmnya di pinggir pintu kamar pojok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ laiyo” itu saya pake jawa juga. Dengan logat sunda juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ men ono acara ra?” itu saya nanya sama Omen masih dengan bahasa jawa dan logat sunda juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ ora. arep ngopoe cah?” omen balik Tanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ iki ono barang wis ta rapike. Nah rencanaku arep ta dol. Koe iso ra nganter aku?” saya minta dianter sama Omen untuk jual kertas-kertas yang tadi saya tadi bereskan. Itu kan pernyataan saya artinya kurang lebih begini; ini ada barang sudah saya rapihkan. Nah, rencana saya mau dijual. Kamu bisa nganter saya tidak?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ ooo gitu emang barang apaan. Ya boleh saja. Apalagi menghasilkan heheh” begitu tanggapan Omen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“oke gampanglah itu, sekarang mah kita bawa dulu barangnya kesana” ajak saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya dan Omen bergegas keruang belakang. Kertas yang sudah saya kemas langsung di bawa keluar oleh kami berdua. Ada juga boto-botol minuman keras dari kosan temanku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ngeng…..ngeng….ngeng….kami pun meluncur ketempat tujuan. Ketempat yang menerima barang bekas. Tepatnya tukang rongsokan. Hanya 10 menit kurang kami sudah sampai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami turunkan itu barang. Kertas sebanyak 2,5 kardus minuman gelas ditambah 10 botol bekas minuman keras. Kami menuju penjaga yang ada didepan timbangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ mas mau jual nih?” itu basa basi saya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ mau langsung dikilo semua atau di pisahkan dulu?” Tanya si mas yang jaga itu timbangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya bingung. Saya lirik Omen. Dia Cuma menggelengkan kepalanya. Itu tandanya dia juga tidak tau. Saya bertanya lagi ke itu petugas timbangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ooo ni ngga sama ya mas?” Tanya saya yang masih bingung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ ya itu kan kertasnya beda-beda. Ada yang putih, buram dan kertas kertas seperti buku dan pamphlet. Nah itu kan harganya beda-beda mas!” jelas dia sambil menunjuk tumpukan kertas yang sudah saya ikat sama tali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ooo berarti harganya juga beda-beda gitu ya mas?” lanjut saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“ya mas. Nah, kertas putih, putih doing. Kalau yang buram satukan saja sama buku dan kertas yang lainnya. Nah kalau botol ya beda sendiri.” Jelas si masnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya dan Omen membuka lagi talinya. Kami memisahkan kertas-kertas itu sesuai penjelasan si masnya. Ketika kami memisahkan kertas-kertas itu, ada selembar kertas yang bikin kami kaget. Kaget sekaligus membuat kami tertawa. Kertas itu adalah selembar ijasah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) atas nama Taufik As’ad yang terselip dalam salah satu bekas makalah. Dia adalah teman saya satu daerah. Baru dua minggu yang lalu dia diwisuda sebagai mahasiswa D3 ilmu perpustakaan. Orangnya sudah ditangerang untuk ngasih surat-surat  lamaran ke perusahaan disana. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya merasa berdosa. Bagaimana tidak, saya hampir saja menghilangkan perjalanan sejarah seseorang. Tiga tahun teman saya ini berusaha mendapatkan selembar kertas yang menyatakan bahwa dia telah merampungkan pendidikannya di tingkat SLTA. Pahit ketika dia di hukum push up gara-gara ketahuan bolos sekolah. Manis ketika dia diterima cintanya oleh adik kelas. Sedih ketika dia dapat nilai merah dirapotnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hari ini saya hampir saja menjual ijasahnya. Padahal kalau dijual ditempat rongsokan ini hasilnya tidak akan mampu untuk membeli satu permenpun yang harganya 100 rupiah.  Padahal lagi, bekal dia satu hari untuk berangkat sekolahpun tidak cukup hanya dengan satu kilo ijasah. Apalagi biaya sekolahnya. Duh maafkan saya mas taufik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya, saya menarik kembali ijasah ini dari timbangan. Dan membawanya kembali kekontrakan. Dan suatu saat saya akan mengirimkannya ke mas Taufik lewat kantor pos. Semoga ijasah yang hampir hilang ini bisa diterima diberbagai perusahaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-7698493890678677890?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/7698493890678677890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=7698493890678677890&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7698493890678677890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7698493890678677890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2009/12/ijasah-rongsokan.html' title='“IJASAH RONGSOKAN”'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-2027318371073475954</id><published>2009-12-30T13:21:00.001+07:00</published><updated>2011-12-10T21:14:29.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>“MALAIKAT  2012”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu, beberapa taun lalu, waktu yang sudah terlewat, ketika saya dulu di Tasikmalaya, saya sering tidur di Rajapolah. Tiap malam lho…kadang siang juga gitu. saya tidur di sana. Pengen tau saya kenapa saya tidur disana? Ya… karena dari kecil memang saya disana, dan memang saya lahir disana. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi sebentar, ada yang nggak tau Rajapolah ngga? Kalo ngga Berarti anda termasuk salah satu orang yang kuper, nah untuk katagori orang seperti ini saya sarankan kalo di internet jangan Cuma fesbukkan doang kali-kali buka tentang daerah-daerah deh hahaha. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begini saja deh saya kasih bocoran dikit. Rajapolah itu adalah kecamatan. Dia adalah kecamatan di Tasikmalaya. Tasikmalaya adalah kabupaten. Bagi yang tidak tau Tasikmalaya itu dimana, waduh berarti anda tidak mengikuti perkembangan gempa di Indonesia. Atau jangan-jangan anda tidak tau Indonesia? Jangan ah bahaya itu.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, Rajapolah yang kecamatan yang ada di tasikmalaya yang kabupaten itu disana banyak bambu, rotan dan mendong. Tapi ini bukan bambu, rotan dan mendong biasa. Oleh karena bukan biasa maka bambu rotan dan mendong itu luar biasa. Kenapa luar biasa? Saya jawab ya. Karena bambu, rotan dan mendong itu bisa berubah lho. Bukan jadi robot, tapi jadi tas, sandal, topi, tong sampah, tikar dan banyak lagi deh perubahannya. Pengen tau apa aja? Maen lah ke Rajapolah. Rajapolah ramah ko. Bayangkan saja kalo anda masuk Rajapolah dari terminal type A Tasikmalaya anda pas masuk wilayah perbatasan kecamatan Rajapolah-Cisayong akan disambut dengan sambutan luar biasa. Sambutannya di atas jalan yang melingkar dari kanan ke kiri. Begini tulisannya “selamat datang di pusat kerajinan tangan…”kesananya saya ga mau neruskan ah males. Kenapa kerajinan tangan? Ya itu tadi. Tadi yang diatas saya bahas. Anda pasti ngertikan???&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wah sudah ah jangan dibahas deh jadi kangen (bukan kangen band lho, itu mah Andika yang nyanyi bukan saya) saya sama tempat tidur dulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi jangan dulu pulang ah. Maksud saya jangan dulu berhenti membahas saya di Rajapolah. Karena ada lagi yang meng-kangen-kan (lagi ah, bukan kangen band lho, itu mah Andika yang nyanyi bukan saya) ya sudah ganti saja ya kangennya sama rindu. Diulang ya. Karena ada lagi yang merindukan saya sama dia. Pengen tau nggak?? Yukk ikuti saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu saya sekolah tingkat dasar di dua tempat. Hebatkan?? Menurut penglihatan saya jarang lho ada yang sekolah di dua tempat apalagi tingkat dasar. Nggak percaya ketik aja deh ketik reg spasi sekolah di dua tempat kirim ke depdiknas, insyaallh ada datanya. Termasuk data yang sudah dimanipulasi. Dan yang sms seperti itu yang dimanipulasi. Anda melakukan sms ini, kasian deh loe!!! hanya habis-habiskan uang saja.  Tangan saya keatas, saya tempelkan telapak tanga ke jidat dengan posisi membelakanginya. Mulut saya terbuka. Gigi saya kelihatan. Itu namanya saya ketawa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eia hasil penelusuran saya kemarin di internet di wilayah ……. Katanya ada 1 juta anak Indonesia yang putus sekolah di tingkatan sekolah dasar. Katanya lagi mereka itu tidak bisa masuk di bangku sekolah dasar itu karena masalah ekonomi yang cukup mendasar.  Bayangkan 1 juta anak lho. Kalo yang 1 juta anak ini disekolahkan semua, berprestasi semua diberbagai bidang, sungguh luar biasa nanti generasi bangsa ini. Kita nggak akan kekurangan stok pemimpin. Nggak kaya sekarang, kalau sudah pemilu pasti si dia-dia aja yang selalu ada. Iklanpun bingung ga punya model lain. Tapi ini kebalikannya je (itu saya pake logat jowo). Yang 1 juta malah yang putus sekolah, jadinya gimana besoknya ya buat generasi bangsa???ah sudahlah sekarang aja banyak mahasiswa jurusan hukum tapi hukum kita kan tau sendiri seperti apa??sekarang malah banyak markus (makelar kasus) bukan markus horizon kiper timnas lho. Kalau dia saya suka, karena dia menjadi pahlawan Indonesia di bawah gawang. Ya, walau sering kebobolan. Sudah ah jangan bahas itu saya mah bukan negarawan. Bukan bangsawan. Bukan budayawan. Bukan sastrawan. Apalagi hewan. Bukan pula aktifis mahasiswa atau aktifis social lainnya. Saya mah tukang tidur. Tidur dikontrakan. Kntrakannya di Jogjakarta. Ga percaya ya? Tanya saja sama temen-temen saya yang pada rajin kuliah. Yang satu kontrakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali lagi ke sekolah di dua tempat yang hebat itu ketika saya waktu itu. Yang satu saya sekolah di sekolah dasar formal di desa saya. Ga perlu saya sebutkan ah. Males mah harus pake seragam, pake sepatu, rambut harus pendek lagi. Nah yang satu lagi saya sekolah di sekola agama di kampung saya. Sekolah yang bikin kangen banget deh (tapi lagi-lagi bukan kangen band lho). Ya udah ganti ah sama rindu. Jadi sekolah yang bikin saya rindu hehe. Ga da ya kangen nya. Tapi bukan rindu band lho!!. Eia kangennya kan diatas juga sudah diganti sama rindu. Lupa eee nulisnya sambil lapar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah kalo disekolah ini sekolah ngga harus pake sragam. Tapi teteplah harus pake baju. Baju apa aja yang penting sopan. Nah celananya pake celana panjang atau sarungan. Ngga mesti pake tas juga. Tapi yang penting bawa buku. Tidak lupa sama pulpennya. Kalau lupa pinjem saja sama temen yang bawa dua atau yang males nulis atau gantian sama dia. Atauu pinjem sama gurunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disekolah ini saya pasti belajarlah bukan nongkrong. Belajarnya belajar agama atau moral atau spiritual gitu. Nah dari sini saya tau nama-nama dan tugas malaikat. Malaikat yang sepuluh itu. Ada malaikat Jibril dia yang membawahi tugas menyampaikan wahyu. Ada malaikat ijroil dia coordinator malaikat pencabut nyawa. Dan katanya kalau sudah tiba kiamat dia akan mencabut nyawanya sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konon katanya kalau saya tidak lupa malaikat itu bersayap. Dan sayapnya bisa membentang antara masyrik sampai magrib. Artinya sayapnya itu membentang dari barat ke timur. Subhanallah!! Sungguh luar biasa ciptaan Alloh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soal malaikat ini sering dijadikan soal. Bukan karena saya bikin soal untuk malaikat yang menjadi persoalan. Tapi guru saya ngasih soal ujian agar soal itu diisi. Tapi itu menjadi persoalan kalau saya tidak menghapalnya lagi. Makanya saya belajar agar soal itu tidak menjadi persoalan. Dan soal pernah mengangkat status saya sebagai juara kelas. Uuuh saya senengnya minta ampun tuh. Bagaimana tidak waktu itu saya dikasih hadiah karena soal itu. Tapi pastinya buakn itu saja, ada yang lainnya soal malaikat hanya salah satunya. Hadiah karena soal itu di berikan di panggung sekalian hiburan. Diberikan oleh ketua RT 01. Yang diberikan adalah hadiah. Dibungkus pake bungkusan. Bungkusannya dari kertas. Pas saya buka hadiahnya sebuah sandal. Sandal yang waktu itu cukup bagus. Tapi pas dibuka saya cukup aneh. Aneh karena sandalnya berbeda antara yang kiri dan yang kanan. Beda merek beda ukuran lagi. Jadi bingung saya. Jangan Tanya kenapa saya bingung. Ini saya ngpi dari padi baiq. Jangan Tanya lagi siapa pidi baiq. Tanyanya sama google.com aja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah tadi diparagraf atas tepatnya diparagraf sekian saya bilang saya itu tukang tidur. Tidur dikontrakan. Dikontrakannya di Jogjakarta.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disuatu malam. Malam itu setelah siang. Saya tidur. Saya tidur karena saya sudah ngantuk. Kenapa saya tidur, itu saya sudah jawab. Sebelum tidur saya makan. Sebelum saya makan saya on line dulu. Sebelum on line saya itu habis tidur. Nah ditidur pertama sebelum saya makan itu saya mimpi. Mimpinya ditidur itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begini loh mimpinya. Ini saya sambil tidur ya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disuatu malam di mimpi itu pas saya tidur saya bangun. Ada seseorang yang bertanya kepada saya. Eia sebelum bertanya dia membangunkan saya, lalu saya bangun, nahhh baru saya ditanya. Ditanya sama yang membangunkan saya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nak katanya sekarang lagi rame film 2012 ya?” itu yang membangunkan saya nanya. Dia bukan bapak saya karena dia bilang nak. Dia itu seseorang. Bukan laki-laki bukan pula perempuan. Siapa dong? Ya ga tau saya kan mimpi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya jawab itu pertanyaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“betul banget tuh pak. Ko bapak tau?  Pengamat perfilman ya?” atau sutradaranya? Atau aktornya?” itu saya menanggapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ah ngga juga nak, seneng saja lihatnya. Dah nonton belom?” dia sekarang yang nanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“belum pak. Males ngantri trus. Ntar saja nontonnya tahun 2012, biar pas sama judulnya.” Saya menanggapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ooo gitu,  kirain nggak punya uang buat bayar masuknya” itu bukan saya yang menanggapi, tapi dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah sekarang saya menanggapi tanggapan dia biar saling tanggap menanggapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“nah itu juga pak. Itu yang paling tepat. Lagian 2012 kan masih lama. Apalagi banyak masyarakat yang percaya 2012 akan kiamat.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“oo banyak masyarakat yang begitu nak. Wah ngga bener tuh yang tau kiamat kan Cuma Sang pencipta. Saya saja delegasinya ngga diberi tau.” Tanggapan dia tuhh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“betul banget pak, dulu saya waktu sakola agama ja dah tau kiamat itu bakal datang Cuma ngga tau kapan. Ngga ada tuh pelajaran waktu itu yang bilang: anak-anakku kiamat itu bakal terjadi taun 2012”.  Saya menanggapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“sebenarnya kalau saya liat film itu kan bukan masalah kiamat tapi bencana yang cukup dahsyat. Nah seharusnya masyarakat disini berfikir kenapa terjadi bencana. Kan karena perilaku mereka sendiri buang sampah sembaranganlah, penebangan hutanlah, akhirnya global warming, longsor dan banjir.” Dia menanggapi, lalu meneruskan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“lagian di film itu ngga ada tuh adegan malaikat mencabut nyawanya sendiri. Masa sutradaranya tau malaikat akan bunuh diri taun 2012!!” Lanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ooo gitu pak. Wah saya belum tau tuh karenakan tadi saya bilang saya belum nonton”. Tanggap saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ya udah sekarang nonton dulu saja!!” seru dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ya sekarang mah XXI nya sudah tutup pak.” Itu saya jawab sambil melihat jam di kamar yang menunjukkan jam 2 pagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“paling kamu ngga punya duit nak hehehe” sahut dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“itu yang paling tepat pak”. Saya menyahut sahutan dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ya sudah saya off line dulu ya” permisi dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu tau ngga apa?. Saya bangun lho. Lalu saya on line. Sebelumnya saya nyalakan dulu komputernya. Computer punya temen. Setelah nyala saya konekan dengan sesuatu yang bisa mengkonekkan dengan internet. Saya ngga mau bilang saya pake koneksi apa. Ntar saya disangka beriklan. Saya kan belum dikontrak untuk model iklan. Ntar saya kasih tau kalo sudah dikontrak. Nah, setelah konek saya buka website. Itu saya browsing. Browsing apa? Ada aja. Ntar kalo dikasih tau saya beriklan lagi dong. Kan saya belum dikontrak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah pas terbuka ada tuh MUI yang menanggapi masalah film 2012 itu. Wah nyambung nih dengan mimpi saya. Kata berita itu ada gonjang ganjing (tapi bukan gonjang ganjing gonggongan anjing yang di lagunya bang iwan fals) ini gonjang ganjing dari Majlis Ulama Indnesia bukan dari anjing. Gonjang ganjingnya begini; MUI mau melarang film itu. Kenapa? Katanya karena film itu bias merusak keimanan masyarakat mengenai masalah kiamat. Saya bereaksi disini. Tapi reaksi saya bukan demo lho, ini kan tengah malam. Ntar saya di digugat kerena mengganggu kenikmatan orang. Reaksi saya begini: “apa bener tuh MUI? dia dah nonton opo? Jangan-jangan belum seperti saya yang ngga punya uang?ah tapi dia mah pasti ada uanglah buat masuk bioskop. Apalagi anggaran MUI kan lumayan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu reaksi saya terus memuncak. Padahalkan film itu Cuma menceritakan kerusakan di muka bumi bukan berarti kiamat yang terjadi di 2012. Kalau penyikapannya seperti ini kan positif tuh manusia seakan diingatkan. Malah kalo gitu MUI di bantu oleh film itu sebagai lembaga perkumpulan ulama (ulama dalam bahasa arab yang artinya kira-kira orang-orang yang berilmu) yang mengingatkan masyarakat kearah yang positif. Lumayan tuh sebenarnya dia dibantu. Coba saja bikin film sendiri. Apalagi yang seperti 2012.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reaksi saya menurun kembali setelah saya menguap. Saya pengen tidur lagi. Mimpi 2012 lagi ngga ya. Ah ngga usah deh ntar mimpi saya dilarang sama MUI. Sebenarnya saya pengen bermimpi dengan Maria Ozawa, itu looh si Miyabi. Ah tapi itu juga sudah dilarang sama MUI jee. Terus saya harus mimpi apa dong? Saya pengen banget sebenarnya tuh sama Miyabi, ya walau hanya dalam mimpi. Pengen apa? Ya pengen bermimpi sama dia. Sama Miyabi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepada Yth:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Majlis Ulama Indonesia (MUI) pusat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jl. Jalan apa ya? Saya ngga tau je, ngga pernah ada sosialisasi sich. Tapi ngga apa-apa ntar saya cari deh. Nah kalo fatwa-fatwa baru sosialisasi penting tuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamualaikum!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Jawab pak/bu)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga bapak-bapak disana sehat selalu. Sehat lahir dan batin ya pak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya saya punya maksud. Makanya saya kirim ini. Apa maksud saya? Maksud saya begini. Saya punya maksud.. Saya pengen mimpi sama film 2012 diakhiri dengan mimpi saya sama Miyabi. Boleh ya? Gpp? Gpp tuh ngga apa-apa maksudnya bapak ibu. Bolehkan? Bolehlah ya? Saya kan Cuma mimpi. Nanti kalo ada larangan saya kasih tau ya. Yang jelas pak/bu kasih taunya. Biar jelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trims. Itu tu terimakasih. Saya kan anak muda pak/bu. Jadi ya gitu sering disingkat-singkat. Tapi kalo bapa/ibu ngirim fatwa jangan disingkat-singkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam sayang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;K.H. Ariels Riesnandar M.Pd&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(K.H= Kiamat Hati M.Pd= masih pengen duit)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-2027318371073475954?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/2027318371073475954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=2027318371073475954&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2027318371073475954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2027318371073475954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2009/12/malaikat-2012.html' title='“MALAIKAT  2012”'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-2002361149264734433</id><published>2009-12-28T23:35:00.000+07:00</published><updated>2011-12-10T21:14:44.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>AKU DENGAN DIRINYA</title><content type='html'>Lelah rasanya hati ini. Sudah sekian bulan hari-hariku dihabiskan untuk hayalan-hayalan hampa. Tanpa kusadari ternyata aku telah terlalut dalam kemapanan semu. Kemapanan yang berada dalam lingkar kemiskinan. Kemapanan yang hanya dalam angan-angan.&lt;br /&gt;Sebelumnya aku bertekad untuk tidak seperti ini. Aku ingin mendobrak tembok-tembok besar yang ada di kota ini. Tidak peduli aku harus memakai perkakas apa untuk menghancurkan tembok itu. Bagiku sebesar apapun itu yang penting aku bisa berjalan melewatinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kota ini ternyata menyimpan tembok-tembok besar yang harus aku runtuhkan. Satu dua tembok bisa aku hancurkan. Namun, tidak untuk yang selanjutnya. Aku hanya termenung didepannya. Tatapanku penuh dengan keputus-asaan. Naluriku sebenarnya menyimpan rasa penasaran; apakah sebenarnya yang ada dalam dibalik tembok itu?.&lt;br /&gt;Namun, sampai hari ini naluri itu hanya arca dalam hatiku yang tidak bisa disentuh oleh siapapun, bahkan oleh diriku sendiri. Akupun tidak tergerak sama sekali untuk menghancurkan tembok yang ada dihadapanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa pula satu persatu dari temanku meninggalkan kota ini dengan sebuah rona kebahagiaan. Sedangkan aku hanya termenung kosong mendengar kepergiannya. Lalu naluriku kemudian berbisik; lihatlah mereka? Sudah sejauh mana dirimu ini?&lt;br /&gt;Tapi bisikan itu tidak berjalan lama. Dia terhenti dibawah kolong jembatan yang diwaktu-waktu tertentu diguncangkan oleh geraknya kereta api.&lt;br /&gt;“Hey bung! Janganlah kau bandingkan dirimu dengan dirinya!”&lt;br /&gt;Sahabatku yang satu ini memang sedikit susah untuk dimengerti. Alur hidupnya betul-betul mengalir. Sepertinya tak pernah kudengar dia berucap ingin benda ini atau benda itu. Jabatan ini atau jabatan itu. Atau menginginkan kekayaan dengan bergelimangan harta. Hasil kerjanya sudah dianggap cukup walau hanya untuk makan dua kali dalam sehari. Baginya apa yang ada sekarang itulah yang terbaik bagi dirinya. Hanya satu cita-cita yang pernah kudengar langsung dari mulutnya; dia ingin sekali melihat anak-anak dikampungnya ramai dengan bacaan-bacaan yang terpajang disebuah taman baca.&lt;br /&gt;Setelah meminum kopi panas dari cangkir kecil dia kembali bertutur.&lt;br /&gt;“Apalah artinya jika kita bandingkan diri ini dengan W.S Rendra yang dengan untaian kata-katanya mampu menyihir kesadaran masyarakat. Apalah artinya jika kita membandingkan diri ini dengan Charles Darwin yang telah mempengaruhi dunia sekian tahun walau aku tetap menolak teori itu. Kita masih jauh kawan!”&lt;br /&gt;“Tapi sesalah itukah jika kita melihat mereka?” aku sedikit menyanggahnya, karena aku teringat perkataan-perkataan yang juga berhubungan dengan ini.&lt;br /&gt;Seperti perkataan: “bercerminlah kau kepada orang lain”.&lt;br /&gt;“Tidak kawan kau tidak salah. Tapi, kau kurang tepat melihat mereka. Lebih tepat jika kau mengambil teladan mereka, bukan untuk dibanding-bandingkan dengan kita. Karena kau akan merasa capek dan lelah jika kau membandingkan dirimu yang sekarang dengan mereka.” Dia mengambil kacang rebus yang ada dalam kresek merah yang baru saja dia pesan. Begitupun dengan aku.&lt;br /&gt;Kemudian dia melanjutkan kembali perkataannya.&lt;br /&gt;“Kita sudah diberi porsi masing-masing untuk melangkah. Porsi-porsi itu diberikan oleh Tuhan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki untuk melangkah diporsi tersebut. Belum tentu kita bisa melangkah di porsinya orang-orang yang kita bandingkan.” Dia kembali membuka satu persatu kacang rebus untuk kemudian dimakannya.&lt;br /&gt;“Berarti selama ini pikiran-pikiran kita-lah yang membuat kita iri atau salah sangka dengan mereka. Kadang aku melihat rasanya enak hidup seperti dia, kerja mapan, jabatan luhur yang ditunjang dengan popularitas tinggi”. Aku mencoba menyimpulkan perkataanya-perkataanya tadi.&lt;br /&gt;“Tepat kawan. Kita belum tentu bisa hidup dengan bergelimangan harta seperti apa yang kita bandingkan terhadap orang kaya. Pokoknya, syukurilah apa yang ada dalam diri kita sekarang dan bandingkan dirimu dengan dirimu sendiri!!!.”&lt;br /&gt;Malam itu udara kota ini begitu cerah. Puluhan motor dan beberapa mobil diberhentikan oleh lajunya kereta api yang akan melintas disamping kananku. Entah bagaimana jika jalan yang akan dilalui kereta itu tidak memiliki pembatas.&lt;br /&gt;Setelah pembatas kereta dipasang, ada pemberitahuan kepada pengguna jalan untuk sementara waktu mempersilahkan kereta melaju didepan mereka. Para pengguna jalan dengan berbagai jenis dan merek kendaraan mulai terhenti dikanan atau kiri perlintasan. Kereta belum juga terdengar untuk melaju melewati jalan itu.&lt;br /&gt;Ruas jalan yang terbagi dua malam itu tidak lah nampak. Sebagian pengguna kendaraan bermotor telah menjadikannya satu karena tidak sabar ingin segera melaju. Setelah kereta melaju dan pembatas terbuka, jalan yang dilintasi kereta itu nampak seperti buah pisang yang diperebutkan oleh puluhan kera. Mereka saling berebut jalan. Kendaraan yang dari arah kanan perlintasan terlihat sulit untuk melaju, karena jalan yang ada didepannya terhalang oleh kendaraan yang mengambil jalur kanan dari arah kiri perlintasan. Begitupun sebaliknya. Akibatnya, jalan diperlintasan itu bagai tempat hiburan anak-anak yang dimeriahkan oleh berbagai suara klakson.&lt;br /&gt;Kereta yang baru melintas itu menjadi awal perpisahanku dengan dia. Berdasarkan jadwal, kereta yang akan membawanya ke Bandung akan berangkat setengah jam kemudian setelah kereta itu.&lt;br /&gt;“Oke kawan sepertinya aku harus berangkat sekarang”. Dia mengangkat tangannya dan menyodorkannya ke hadapanku.&lt;br /&gt;Aku-pun menerimanya sebagai tanda perpisahan. Jabatan tangannya begitu kuat penuh dengan optimisme hidup. Bibirnya tersenyum lebar mengarah tepat diwajahku. Aku-pun membalasnya dengan senyum balik.&lt;br /&gt;“Kawan! Terimakasih kau telah mengantarku ke perpustakaan kota, ke toko buku walaupun hanya untuk baca-baca disana, dan kau sekarang mengantarku untuk pulang.”&lt;br /&gt;“Sama-sama kawan.”&lt;br /&gt;Dia melepaskan jabatan tangannya. Kemudian berjalan menuju loket pemberangkatan. Tas sobeknya yang berisi satu kaos oblong dan sebuah novel karya salah satu novelis perempuan Indonesia digendongnya diatas punggung. Kakinya beralaskan sandal jepit dengan celana jeans lusuh dan kaos oblong yang membalut tubuhnya dengan tulisan dibelakangnya; “kenalpotmu itu lhoo…!!!”&lt;br /&gt;Aku-pun pergi meninggalkannya. Meninggalkan segala hiruk-pikuk yang ada distasion malam itu. Aku kembali ketempat dimana aku sering bermimpi dikota ini. Walau aku merasakan akhir-akhir ini mimpi-mimpi itu telah mati.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-2002361149264734433?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/2002361149264734433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=2002361149264734433&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2002361149264734433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/2002361149264734433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2009/12/aku-dengan-dirinya.html' title='AKU DENGAN DIRINYA'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-7320279560445181507</id><published>2009-12-07T11:15:00.000+07:00</published><updated>2011-12-10T21:15:05.948+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>BERBAGI HAMPA HATIKU DENGAN INFO-TAI-NMENT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pernahkah kau merasa hatimu hampa…?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu band Ungu yang bilang. Bukan saya. Saya hanya menulis ulang. Tepatnya si Pasha-nya yang bilang. Diakan juru bicaranya Ungu band. Ya dia, yang kalau saya nonton info-TAI-nment nama aslinya itu Sigit Purnomo Said. Kalau dipikir-pikir si Pasha jauh juga tuh dengan nama aslinya. Padahal nama aslinya terdiri dari tiga kata dan enam belas huruf. Nggak percaya? hitung saja sendiri!.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi banyak juga tuh tragedi orang-orang seperti Pasha. Dulu saya pernah punya bodiguar pas zaman-zamannya SMA. Dia yang tiap pagi membuka dan menjaga gerbang depan SMA. Pengen tahu siapa namanya? Dia itu bernama Maman Sudirman Syam. Lumayan kan namanya sedikit keren? Ada Syam-nya lho! Tapi sayang tuh, rasa kerennya itu hilang. Hilang gara-gara dia belum pernah dipanggil itu. Di panggil  Maman Sudirman Syam. Dia biasanya dipanggil ucha. Hehehe. Ssstttt awas jangan ketawa lho! Dia itu bodyguar. Lah itu makanya kan jadi kurang keren. Lagian jauh banget dari Maman Sudirman Syam menjadi Ucha. Padahal nama Maman Sudirman Syam telah menghabiskan beberapa mangkuk bubur yang dibagikan kepada masyarakat pas dia dikasih nama. Untung saja pas jadi nama Ucha masayarakat nggak dikasih bubur lagi. Hehehe. Kan boros. (Buat kang Ucha yang ada disana Piss ah!)&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali kepertanyaan diatas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pernahkah kau merasa hatimu hampa…?”&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tegaskan kembali itu band Ungu yang bilang. Tepatnya si Pasha yang bilang. Yang sama Iis Dahlia itu. Yang ada reffernya juga. Bukan saya. Saya hanya menulis ulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi jujur ya saya ini manusia, makanya saya jawab iya untuk pertanyaan Pasha diatas. Tapi, kalau jawabannya iya saja pasti nggak menarik. Dan tulisan ini pun cukup sampai iya saja. Saya mah tidak mau iya doang. Karena iya adalah kesimpulan. Dan kesimpulan iya ini didapat dari tumpukan-tumpukan alas an yang akhirnya menjadi iya atas pertanyaan itu. Nah itu deh kira-kira yang sering dibilang orang hukum kausalitas. Hukum sebab akibat. Sebabnya ini itu maka akibatnya saya bilang iya. Makanya kalau sudah begini, pertanyaan lain akan muncul kira-kira begini lah pertanyaanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kenapa hatimu hampa?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau yang dijadikan lirik di lagu pertanyaan itu sang pencipta lagu (nggak tau si Pasha atau siapa) sepertinya mengarah kepada cinta. Dan kebanyakankan arahnya kesana terus. Makanya kalau orang yang sedang tertimpa, tertimbun dan terhanyut oleh masalah cinta alunan music biasanya akan menambah drama cinta itu. Ini katanya lho. Bukan kata saya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya sepertinya memang lirik lagu ini ke cinta. Maaf kalau disuatu nanti analisis saya ini keliru. Harap anda untuk segera konfirmasi. Karena saya bukan analis music. Saya hanya pecinta. Pencinta music yang “tidak berlebihan”. Atau lebih lanjut tanyakan ke Bens Leo atau kang Danny itu loh mereka yang kalau nonton info-TAI-nment pas dia diwawancarai pasti di televise anda akan keluar nama dia. Dibawah nama dia akan keluar lagi keterangan yang biasanya menyangkut profesi, jabatan atau status. Nah dia itu namanya Bens Leo atau kang Danny nah di bawahnya ada tulisan pengamat music. Pemisah antara nama dan profesinya biasanya berbentuk garis. Ah pokoknya tonton saja deh televisinya!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah kalau saya jawaban dari pertanyaan yang merupakan pertanyaan beruntun dari pertanyaan awal: Pernahkah kau merasa hatimu hampa…? Adalah bukan karena cinta. Baik itu cinta sama lawan jenis atau cinta sesama jenis. Atau cinta dari berbagai jenis. Tapi, hati saya hampa adalah karena kosong. Ya kosong. Berarti nggak berisi. Bukan kosong kaya Tong Sam Chong sang biksu yang ditemani Kera Sakti. Kalau bagi dia kosong itu berisi dan berisi itu adalah kosong. Anda pusing kan? Sama saya juga yang nulis pusing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah kalau ini saya bener-bener kosong. Hati saya ikut kosong karena beberapa minggu ini saya tidak memiliki rutinitas yang jelas. Sebenarnya adalah rutinitas, ya sebatas dua hari. Itu ada jadwalnya di KRS (Kartu Rencana Study). Tapi kartu itu belum saya ambil. Masih ada sepertinya di lemari TU kampus. Kecuali mungkin kalau petugas TU menjualnya ke tukang gorengan. Lah untuk apa ke tukang gorengan? Ya untuk bungkus gorengan. Kan hebat tuh nantinya gorengan itu ada merek kampusnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah masalahnya lagi rutinitas yang ada di KRS yang mungkin sudah dijual oleh penjaga TU ke tukang gorengan agar gorengan itu punya brand kampus biar menyaingi ayam kampus, (koma disini yang baca kan perlu nafas dulu) saya belum pernah melakukannya alias belum pernah masuk. Kenapa? Karena ada ajah. Dan ternyata jadwalnya juga berubah dari itu KRS. Itu saya ketahui ketika saya sudah satu bulan nggak masuk kampus, saya masuk kampus. Dan pas saya lihat ternyata jadwal sudah berubah. Akhirnya sudahlah saya relakan dia pergi. Maksdunya saya sudah nanggung jadi sudah nggak masuk saja sekalian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, kosong deh saya dari aktifitas-aktifitas yang terikat dan mengikat. Tapi lama-lama dan kelamaan kosong itu memang tidak ada isinya. Tidak indah begitu. Apalagi saya banyak diam saja di kontrakan. Saya ga mau kemana-mana walau saya bebas dari rutinitas terikat dan mengikat. Karena apa? Karena saya malas. Malas mengeluarkan uang. Dan memang tidak ada uang yang bias dikeluarkan. Artinya saya pun boke.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sini saya diam dikontrakan terus. Terus. Terus dan terus. Lalu otak saya bosan. Hati saya ikut hampa. Hampa seperti lirik lagu yang dinnyanyikan Pasha sama Iis Dahlia sama reffernya itu. Tapi sekali lagi, saya hampa bukan karena cinta pada lawan jenis, sesama jenis atau berbagai jenis. Tapi saya hampa aktifitas yang rutinitas. Itu. Karena itu hati saya hampa. Sudah jelas lah yah!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, sudah terjawabkan pertanyaan yang merupakan pertanyaan dari pertanyaan: “Pernahkah kau merasa hatimu hampa…?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi saya mencoba bak seorang artis yang ditanya oleh wartawan info-TAI-nment mengenai kehidupan pribadinya dengan bertubi-tubi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang wartawanpun bertanya lagi sama saya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lalu apa yang anda lakukan ketika hati anda mengalami kehampaan?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai artis yang dekat dengan awak media saya-pun harus menjawabnya. Agar saya diberitakan yang baik-baik. Kan nanti mempengaruhi popularitas saya. Makanya saya baik-baik sama itu wartawan. Biar citra saya positif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu saya menjawab itu pertanyaan. Ya setelah saya merasakan kehampaan. Saya betul-betul jenuh. Jenuh sekali. Tapi tuhan memang maha adil. Setelah saya merasa jenuh itu. Ada teman lama saya yang datang kesaya untuk ngajak jalan-jalan saya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan wartawan namanya kalau tidak tahu celah. Karena wartawan itu tau kalau hanya saya artis yang dikabarkan belum punya pasangan. Makanya dia bertanya kembali. Pertanyaannya begini:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“teman apa teman?” Itu pertanyaan dari salah satu program berita gossip yang tayang jam 01.00 pagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa sich mas?” Kalau yang ini pertanyaan dari wartawati dari salah satu program info-TAI-nment yang tanyang jam 12.00 malam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eia hampir lupa waktu itu saya conferensi pers sama mereka untuk meluruskan kabar miring yang terjadi dimasyarakat tentang saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya jawab. Itu temen saya namanya cecep deden umay tripleks (punten kang umay ah). Dia temen lama saya dan kebetulan waktu itu dia kejogja untuk sebatas liburan dari aktifitasnya yang begitu padat sebagai penjual pulsa. Nah kalau anda mau beli pulsa bias menghubungi teman lama saya ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebetulan teman lama ini tau kalau saya tinggal dijogja. Makanya dia ngajak jalan-jalan katanya pengen tau Jogja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Nah sudah jelas kan?” Tanya saya ke wartwan agar mereka betul-betul jelas menerima informasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eia hampir lupa saya tegaskan kepada anda semua bahwa saya masih normal. Paham kan maksud saya? Semoga teman-teman besok saya tidak mendengarkan adanya berita bahwa saya pasangan sejenis. Karena teman lama saya juga bukan pecinta sesama jenis. Dia adalah play boy. Sekarang pun sedang menjalin asmara dengan tiga perempuan yang merupakan anak  ketua RT di berbagai tempat. Investigasi saja kalau ngga percaya?.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan wartawan namanya kalau pertanyaan sampai disitu. Lalu muncul lagi pertanyaan. Kali ini dari wartawan cetak yang isinya memuat berita-berita artis yang beredar dikalangan terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jalan-jalan kemana nih?” Tanya dia sambil pakai nada senyum gitu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mau tau saja ya?” Hehehe tanggap saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“saya ini kemarin jalan-jalan ke perpustakaan kota Jogja. Rutenya dari kontrakan belok kanan, belok kiri, lurus ada lampu merah belok kanan, belok kiri lurus melewati kantor PJKA, lurus lagi ada perempatan lurus terus, belok kiri lagi, belok kanan lagi belok kiri lagi lalu saya masuk gerbang yang ada tulisannya perpustakaan kota Yogyakarta. Lalu saya absen kebagian informasi saya tanda tangan disana. Lalu saya menghampiri rak-rak buku. Lalu saya ambil satu. Lalu saya duduk. Lalu saya baca itu buku.” Begitulah kira-kira perjalanan saya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Capek ya?” Tanya saya sambil tersenyum dikit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ya anda pasti capek mendengarkan, beda dengan saya. Perjalanan saya itu saya tempuh dengan GL Pro. Itu kira-kira 2 kiloan meter lho” lanjut saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ooo gitu mas”. Tanggap seorang yang bawa-bawa buku catatan kecil itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya kalau pake motor kan 2 kilo ga terlalu capek mas? Mang GL pro tahun berapa mas?”. Sambung wartawan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“wah itu GL pro tua banget tuh, jarang deh pokoknya artis yang pake ini. Dia itu GL pro seusia saya. Baru bisa jalan setelah kira-kira 3 tahunan pas saya punya itulah.” Jawab saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nampak muka-muka wartawan itu pada bingung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu salah satu wartawan bertanya kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“boleh kami lihat GL pronya mas?” begitulah pertanyaan wartawan yang selalu pengen tau saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“boleh-boleh banget” jawab saya ringan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ditaruh dimana mas?”Tanya wartwan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya berdiri dari kursi conferensi pers. Saya maju dikit keluar dari meja. Lalu saya angkat celana jeans lusuh saya sampai kelutut. Seseudah kelihatan lutut itu saya bilang:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ini lho GL pro saya. Gerakan Lutut Propesional”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sontak para wartawan itu tertawa. Saya pun ikut tertawa. Lalu bertanya lagi si wartawan. Ya beginilah kalau konperensi pers. Kerjaannya Cuma nanya lalu jawab. Nanya lagi jawab lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“maksud mas jalan kaki GL pro itu? Berarti jalan-jalannya kemarin itu jalan kaki?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“betul banget, 100 buat anda deh”.  Itu saya yang ngasih seratus buat wartawan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“kalau temen-temen mau liput perjalanan saya boleh juga. Biar nanti masuk program sehari bersama saya. Asyik lho sambil olahraga juga. Itu lebih dari 10.000 langkah lho. Anda nggak usah pake seragam jalannya. Pokoknya asyik deh anda bisa merasakan baunya knalpot, anda bisa merasakan susahnya melintas karena banyak pengendara jalan yang tidak mempersilahkan si pejalan kaki melintas. Anda bisa lihat pengemis. Bisa lihat pengamen yang sedang bercengkrama. Asyik deh pokoknya, sekalian kita diskusikan hasil bacaan saya dari perpustakaan itu”. Tambah saya panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“oo gitu ya mas kapan-kapan saja perjalanan mas ini di masukan ke program sehari bersama anda, sukses ya mas”. Tanggap wartawan sambil tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“oke deh ngga apa-apa tapi jangan kecewa ya kalau perjalanan saya ini lebih dulu keluar di program catatan maleman saya hehehe”. Itu saya yang bilang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“oke juga deh mas”. Jawab wartawan. Mereka sambil tersenyum juga lho sama saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ya kalau sudah tidak ada pertanyaan lagi, saya tutup ya conferensi persnya. Makasih ya teman-teman sudah mau hadir kesini. Jangan kapok lho ya. Ntar saya ajak teman-teman jalan-jalan. Jalan kaki. Jaraknya ya 2 kiloan cukup ya. Jangan lupa bawa peralatan wawancaranya. Eia jangan lupa juga bawa makanan sendiri ya. Ya kalau ngga di makan sendiri. Kita bagi rame-rame dijalan untuk pengemis atau pengamen. Atau untuk siapalah. Nanti kan anda bisa meliput anda sendiri lewat satu program; wartawan info-TAI-nment berbagi. Hehehhe”. Itu penutupan saya yang panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ok deh mas. Thaks juga ya”. Itu wartwan pamit sama saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Besok pasti hasil conferensi pers ini keluar di berbagai info-TAI-nment. Kira-kira bagaimana ya beritanya?&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-7320279560445181507?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/7320279560445181507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=7320279560445181507&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7320279560445181507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/7320279560445181507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2009/12/berbagi-hampa-hatiku-dengan-info-tai.html' title='BERBAGI HAMPA HATIKU DENGAN INFO-TAI-NMENT'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8312971616897093957.post-1438298784226529382</id><published>2009-12-06T17:25:00.000+07:00</published><updated>2011-12-10T21:15:26.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='corat coret'/><title type='text'>SANG PEMBURU SEMINAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat capek banget saya hari ini. Kuliah masuk jam delapan. Habisnya jam 10.30 waktu kampus. Itu semuanya 3 sks. Keluar saya jam 10.30 dari ruangan 101. Jam terus berjalan. Tapi saya nggak. Saya duduk ditempat duduk didepan bagian informasi fakultas. Baca-baca koran sedikit yang ditaruh disana. Ya biar nampak seperti mahasiswa. Baca-baca koran gitu. Padahal yang saya baca adalah lowongan kerja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teman-teman saya yang tadi satu kelas dengan saya pada berpencar. Ada yang pada kekantin. Saya nggak ah, nggak punya duit. Teman-teman yang lain ada yang berkumpul bergerombol. Duduk-duduk mereka. Posisinya melingkar. Ngombrol-ngobrol mereka disana. Saya nggak ah, takut disangka maen bekles. Teman-teman yang lain ada yang ke kosnya. Saya nggak ah, saya kan nggak punya kos. Dan temen kos saya yang sering saya singgahi dia lagi kuliah di fakultas lain. Makanya saya baca koran. Baca-baca lowongan kerja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jam sudah menunjuk ke arah sebelas. Itu yang jarum panjangnya. Kalau yang jarum pendeknya menunjuk ke angka dua. Berarti itu sudah jam sebelas lewat sepuluh. Bukan lewat dua. Kalau begitu berarti saya sudah telat masuk ruangan kuliah. Di KRS (kependekan dari; kartu Rencana Study) jadwalnya kuliah yang kali ini adalah jam sebelas pas. Kalau jam sebelas pas itu adalah jarum panjangnya menunjuk angka sebelas jarum pendeknya menunjuk angka duabelas. Wah berarti saya sudah terlambat. Saya berdiri. Saya taruh koran yang saya baca ketempat pertama saya mau baca. Saya berjalan. Kali ini saya naik keatas, bukan kebawah. Kelantai tiga. Karena di KRS mata kuliah kali ini diruangan 303. Saya menaiki tangga. Adalah 20 anak tangga. Samapailah saya dilantai dua. Saya belok kanan. Saya naiki lagi itu anak tangga yang jumlahnya kira-kira 20. Sampai akhirnya saya tiba dilantai 3. Uuuh lumayan capek. Itu ruangan 303 sudah terlihat. Dia menepel di atas pintu masuk ruangan. Ternyata memang sudah mulai perkuliahan. Dosen gondrong itu lagi otak atik laptop yang ada didepan. Saya tahu, karena saya ngintip dulu dari kaca yang ada ditengah atas pintu masuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“tok tok tok” itu saya mengetuk pintu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“prekkkkkk, prekkkkk” itu saya buka pintu pelan-pelan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“siang pak!!” saya sapa dulu itu dosen setelah pintu tebuka. Dosen itupulalah yang pertama kali saya lihat pas saya sudah masuk ruangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“siang juga, dari mana mas?” itu tanya dia. Dosen ini memang selalu on dengan time. Walau dia super sibuk sebagai “wasit media” kata temannya sesama prkatisi media disalah satu seminar yang aku hadiri di suatu waktu yang lampau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“habis syuting ya mas?” tambah dia sambil tersenyum. Nggak tau kenapa dia senyum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“nggah juga pak, syutingnya nanti tengah malam”. Jawab saya sambil tersenyum juga. Saya juga nggak tau kenapa saya senyum sama dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“lain kali tepat waktu ya mas! Kan jadwal nya jam 11, kalau sampean lebih lima belas menit, tadi saya nggak persilahkan, karena itu kontrak belajar dulu. Ok silahkan! Seru saya itu dosen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil berjalan menuju kursi pojok belakang, karena yang lain sudah terisi penuh, saya berfikir dan bicara saya untuk menanggapi dosen itu, tapi ini dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“emang aink mikiran (itu bahasa sunda artinya aink= gw/saya mikiran: pikirin, saya nggak biasa sama gw sama pikirin), lagian saya mah nggak tau kalau ada kontrak 15 menit terlambat nggak masuk. Kan saya baru masuk kali ini. Saya taunya kontrak itu di dunia kerja, disepak bola, baru kali ini saya tau kalau di jadwal kuliah juga ada kontrak”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di persingkat saja. Saya tidak mau menjelaskan tentang kuliah ini. Panjang kalau dijelaskan. Karena pasti banyak yang menanggapi dan bertanya atas penjelasan saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jam waktu kampus sudah ada diangka satu yang jarum panjangnya. Yang jarum pendeknya ada diangka sembilan. Itu tandanya waktu kuliah ini sudah habis. Itu menurut KRS. Bukan keinginan saya. Kalau keinginan saya mah dari tadi. Akhirnya saya keluar. Teman-teman saya juga ikut keluar. Dosen gondrong itu juga ikut keluar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya turun lagi ke bawah. Tapi bukan terjun lho. Saya kan masih pengen hidup. Saya turun melewati anak tangga tadi. Tadi yang saya naik itu. Kemana tujuan saya setelah kuliah ini? Kembali lagi tempat duduk tadi. Duduk sambil baca koran. Baca-baca lowongan kerja. Teman-teman saya seperti tadi lagi. Berpecar lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ko saya tidak langsung pulang? Karena saya nunggu lagi. Nunggu lagi jadwal kuliah ketiga. Dari jam satu pas sampai jam 3 pas. Makanya diawal saya tulis; sangat capek banget saya hari ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekian menit saya nunggu sambil baca koran. Tapi si dosen tak menampakkan hidungnya. Biasanya dosen ini masuk ke sini lewat pintu yang ada disamping saya ini. Pikir saya; kemana dia ya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ah biarin saja ntar juga datang sendiri. Dia kan sudah gede. Sudah tau jalan” itu pikir saya juga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditengah kepanikan saya apakah si dosen ini akan datang atau tidak. Tiba-tiba si penjaga resepsionis angkat bicara;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“mas jadwalnya bu andayani ya?” tanya dia. Maksudnya saya ngikut jadwalnya bu andayani atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“iya mas” jawab saya singkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“hari ini dia kosong, lagi menghadiri acara ke Jakarta. Itu infonya bisa lihat di papan inormasi” itu jelas dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ok, thanks ya mas”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya lalu menuju papan informasi yang ditujukkan si penjaga resepsionis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti jadwal:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mata Kuliah: Gender dan Media Massa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu: Rabu, jam 01.00&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dosen Pengampu: Andayani Sopwan S, Ip M.SW&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;untuk sementara waktu tidak bisa dilaksanakan. Selanjutnya, akan digantikan di lain hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Harap maklum. Terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yogyakarta, 01 November 2009&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(aslinya disini ada tanda tangan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andayani Sopwan S, Ip M.SW&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah pengumumannya. Menyebalkan, karena kalau tau seperti itu dari tadi saya tidak diam sambil so-soan baca koran. Besok seandainya saya tidak masuk kuliah, saya pun akan seperti dia. Saya tempel pengumuman bahwa saya tidak bisa mengikuti kuliah di papan pengumuman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kira-kira begini lah pengumumannya;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENGUMUMAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diberitahukan kepada seluruh dosen pengampu, bahwa yang bertanda tangan dibawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama:Ariels Riesnandar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NIM: 05730029&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu: selama 2 minggu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak dapat menghadiri proses perkuliahan, karena menjadi salah satu delegasi untuk mengikuti kompetisi Play Stasion nasional tingkat mahasiswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Harap maklum. Terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yogyakarta, 01-15 November 2009&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(disini ada tanda tangan saya yang bagus)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ariels Riesnandar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup menyebalkan. Tapi tidak apa-apalah. Dia juga kan sibuk. Saya juga sibuk. Sibuk mencari jadwal yang akan kosong, yang akan ditinggalkan oleh dia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena saya sudah di depan papan informasi. Saya lanjutkan baca-baca informasi yang sedang menempel di papan informasi. Jadi penasaran apa saja sih yang diiklankan oleh orang-orang disini. Wah ternyata ada banyak. Ada seruang menghadiri forum diskusi. Ada informasi jadwal kuliah. Ada dari lemabaga kursus juga. Ada dari mlm juga. Ada banyak deh. Salah satunya ada juga informasi event seminar. Ini saya tertarik. Gratis. Ditambah lagi di iklannya ada fasilitas snack sama minuman ringan plus makalah. Wah itu saya suka. Suka banget. Kebetulan nih jadwalnya besok. Jam 9 pagi.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8312971616897093957-1438298784226529382?l=ceritamiring.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritamiring.blogspot.com/feeds/1438298784226529382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8312971616897093957&amp;postID=1438298784226529382&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1438298784226529382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8312971616897093957/posts/default/1438298784226529382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritamiring.blogspot.com/2009/12/sang-pemburu-seminar.html' title='SANG PEMBURU SEMINAR'/><author><name>Aries Riesnandar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10491827363962436014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_GSNyBmfa8r4/SQfIAtoPSuI/AAAAAAAAAAc/RX_AvD_4VoQ/S220/simabdi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
